
Sabastian Sawe menujukkan sepatunya usai finis di London Marathon. (Dok. Wired)
JawaPos.com – Dunia atletik resmi memasuki babak baru. Dalam ajang London Marathon, pelari Kenya Sabastian Sawe mencatat sejarah dengan finis dalam waktu 1 jam 59 menit 30 detik, menjadikannya manusia pertama yang menembus batas dua jam dalam marathon resmi. Catatan itu bukan sekadar memecahkan rekor dunia milik Kelvin Kiptum, tetapi menghancurkannya dengan selisih lebih dari satu menit, margin yang luar biasa besar untuk level elite.
Yang membuat pencapaian ini makin monumental, dua nama lain juga mencatat performa fenomenal di hari yang sama.
Pelari Ethiopia Yomif Kejelcha finis kedua dengan waktu 1 jam 59 menit 41 detik, sementara Tigst Assefa kembali mempertajam rekor dunia marathon putri menjadi 2 jam 15 menit 41 detik. Ketiganya memiliki satu kesamaan: sama-sama menggunakan Adidas Adizero Adios Pro Evo 3, sepatu balap generasi terbaru yang kini menjadi pusat perhatian dunia atletik.
Dalam laporan The Athletic, wartawan olahraga Liam Tharme menyoroti bahwa Adidas Pro Evo 3 bukan sekadar pembaruan dari generasi sebelumnya, melainkan sebuah lompatan teknologi yang secara nyata mengubah cara sepatu marathon bekerja.
Angus Wardlaw, mantan engineer Adidas yang pernah terlibat dalam pengembangan teknologi midsole modern, menjelaskan alasan kenapa sepatu ini menjadi yang tercepat di dunia. "Adalah karena bobotnya kurang dari 100 gram, memiliki kemampuan pengembalian energi yang sangat tinggi, sangat lembut, sehingga menghasilkan kompresi vertikal saat kaki mendarat,” beber Wardlaw dikutip Liam yang merupakan lulusan Chichester University jurusan performa olahraga.
Pernyataan itu menjelaskan inti revolusi yang dibawa Adidas. Jika selama ini persaingan sepatu lari elite banyak bertumpu pada penggunaan pelat karbon, Adidas justru menggeser fokus pada optimalisasi foam atau busa midsole sebagai sumber utama efisiensi energi.
Formula foam terbaru mereka dibuat jauh lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, tetapi tetap mampu menyimpan energi ketika kaki menghantam permukaan, lalu mengembalikannya sebagai dorongan saat pelari melangkah. Efeknya serupa pegas: semakin efisien energi disimpan, semakin besar tenaga yang bisa dikembalikan ke tubuh pelari.
Angus juga menjelaskan lebih detail terobosan desain Adidas itu. “Bagian midsole-nya lebih lembut dibanding apa pun yang ada saat ini dan tidak ada pelat tepat di bawah titik beban kaki. Jadi menurut saya sepatu ini bisa terkompresi jauh lebih besar, dan karena pengembalian energinya tinggi, pelari mendapatkan lebih banyak tenaga kembali. Inilah terobosannya,” ungkapnya.
Di sinilah Adidas mengambil jalur berbeda. Pada Pro Evo 3, elemen karbon tidak lagi ditempatkan sebagai struktur utama tepat di bawah telapak kaki seperti pada banyak sepatu super lainnya.
Baca Juga:London Marathon 2026: Sabastian Sawe Pecahkan Rekor Dunia, Pelari Kenya Finis di Bawah 2 Jam
Brand yang dikenal dengan logo tiga garis ini mengubahnya menjadi bingkai karbon di bagian perimeter sepatu, sehingga ruang di bawah telapak kaki bisa diisi lebih banyak foam responsif. Hasilnya, kompresi vertikal menjadi lebih dalam, pijakan terasa lebih hidup, dan dorongan saat toe-off, fase kaki meninggalkan tanah, menjadi jauh lebih eksplosif.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
