
Pebulu tangkis Tiongkok Chen Yufei. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pebulu tangkis Tiongkok Chen Yu Fei tengah naik daun dan menunjukkan performa ciamik hingga awal Juni tahun ini. Dari total delapan turnamen yang diikuti, dia tercatat hanya menelan dua kekalahan.
Penampilan dan rentetan hasil yang ditorehkan Chen Yu Fei terbilang luar biasa. Sebab, dia baru memulai perjuangannya di 2025 pada Februari dengan turun di Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Dia kembali setelah sempat rehat pasca tersingkir di perempat final Olimpiade Paris 2024.
Saat itu Chen Yu Fei diturunkan dua kali dan berhasil memenangkannya. Tapi tim negaranya, Tiongkok gagal keluar juara karena kalah dari tim Indonesia pada partai puncak.
Sementara di turnamen individu, Chen Yu Fei tampil di Orleans Masters 2025. Hasilnya, dia mampu melaju hingga final sebelum akhirnya dikalahkan oleh An Se-young sehingga gagal merengkuh gelar.
Chen Yu Fei kemudian turun di turnamen BWF World Tour Super 1000 All England 2025. Tapi, kala itu langkahnya hanya sampai perempat final karena dia kembali dikalahkan oleh An Se-young pada 14 Maret 2025.
Kekalahan itu jadi hasil negatif terakhir yang dirasakan oleh Yu Fei. Setelahnya, dia tak terhentikan alias selalu meraih kemenangan hingga saat ini.
Chen Yu Fei tercatat berhasil menjadi juara Swiss Open 2025, Kejuaraan Asia 2025, Thailand Open 2025, dan Singapore Open 2025. Dalam ajang beregu Piala Sudirman 2025 pun Yufei selalu menang saat diturunkan dan membantu Tiongkok menjadi juara.
Artinya, dari total 32 pertandingan yang dijalani, Chen Yufei cuma menelan dua kekalahan. Lantas apa yang membuat dirinya bisa punya performa segemilang itu?
Chen Yufei mengaku tak ada strategi khusus. "Aku tidak punya strategi apa pun. Aku hanya melakukannya (bermain) di setiap pertandingan. Aku tidak memikirkannya," katanya saat ditemui JawaPos.com usai pertandingan babak pertama Indonesia Open 2025, Rabu (4/6).
"Aku hanya ingin menang. Tujuannya adalah menang, tetapi yang penting adalah bermain dengan baik. Tidak ada strategi khusus," tambahnya.
Istimewanya lagi, salah satu dari kemenangan beruntun sejak juara Swiss Open 2025 adalah dia berhasil mengalahkan An Se-young. Yufei sukses menaklukkan rivalnya itu di perempat final Singapore Open 2025, setelah dua kali menelan kekalahan.
Kemenangan itu membuat Chen Yu Fei jadi satu-satunya pebulu tangkis tunggal putri yang mampu mengalahkan An Se-young, sang ratu nomor satu dunia.
"Menurutku itu karena aku sempat istirahat sebentar sebelumnya, dan tubuh serta kebugaran fisikku belum pulih dengan baik. Sekarang kurasa aku sudah pulih lebih baik, jadi mentalku lebih baik saat bermain. Kurasa begitu, aku tidak terlalu banyak berpikir dan langsung melakukannya," jelas pemain berusia 27 tahun ini.
Kini Chen Yu Fei berpeluang terus menjaga rekor ciamiknya di Indonesia Open 2025. Dia baru saja menaklukkan Pornpicha Choeikeewong (Thailand) di babak pertama dengan skor 21-10, 21-15.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
