
Persebaya Surabaya menelan kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri dalam lanjutan Super League 2025/2026. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah dibantai Borneo FC Samarinda dengan skor telak 1-5 dalam lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam itu menjadi salah satu malam terburuk bagi Green Force musim ini.
Hasil tersebut bukan sekadar kekalahan biasa. Skor 1-5 yang diderita Persebaya Surabaya tercatat sebagai kekalahan terbesar klub tersebut sejak era Super League bergulir.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares tak menutup kekecewaannya setelah pertandingan berakhir. Pelatih asal Portugal itu langsung menegaskan timnya harus melakukan evaluasi menyeluruh.
Dalam konferensi pers seusai laga, Tavares menilai Borneo FC tampil jauh lebih efektif sepanjang pertandingan. Setiap peluang yang mereka miliki mampu dimaksimalkan dengan sangat baik.
Baca Juga:5 Skuad Termuda di Super League! Persebaya Surabaya Mirip Borneo FC, Tapi Kalah Jam Terbang
Sebaliknya, Persebaya Surabaya sebenarnya juga mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang laga. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah besar yang belum bisa diatasi.
“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Tavares menjelaskan para pemain sebenarnya sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang disiapkan oleh tim pelatih.
Strategi untuk bermain agresif, memenangkan duel, hingga menekan pertahanan lawan sudah dipersiapkan sejak sesi latihan.
Namun di lapangan, permainan Persebaya Surabaya tidak berjalan sesuai rencana. Beberapa kesalahan justru membuat lawan mampu memanfaatkan situasi dengan baik.
“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” sambungnya.
Salah satu aspek yang disorot Tavares adalah gol-gol yang tercipta dari situasi yang sebenarnya sudah dipelajari sebelumnya. Termasuk ancaman tembakan jarak jauh dari para pemain Borneo FC.
Menurutnya, tim pelatih sudah memberi perhatian khusus terhadap potensi tersebut. Para pemain bahkan sudah diingatkan untuk menutup ruang di sekitar kotak penalti.
“Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak,” jelasnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
