
Pelatih PSIM Van Gastel. (Istimewa)
JawaPos.com–Laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/26 akan mempertemukan PSIM Yogyakarta dengan Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3) pukul 21.00 WIB.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit meski kedua tim berada di situasi klasemen yang cukup berbeda. Hingga pekan ke-23, PSIM bertengger di peringkat keenam dengan 36 poin. Sementara itu, Semen Padang masih berada di posisi juru kunci dengan koleksi 16 poin.
Secara matematis, Laskar Mataram lebih diunggulkan. Namun, faktor tuan rumah dan tekanan zona degradasi membuat laga ini jauh dari kata mudah.
Pelatih kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel, menegaskan timnya harus cepat beradaptasi dengan jadwal padat kompetisi. Waktu pemulihan yang singkat menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih dalam menyiapkan strategi.
”Dengan jeda yang singkat antarpertandingan, tentu ini bukan persiapan ideal. Tapi kami harus fleksibel dan dinamis,” ujar van Gastel dikutip dari ileague.id.
PSIM juga dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Gelandang andalan Ze Valente absen akibat akumulasi kartu kuning, sementara Anton Fase masih menjalani pemulihan cedera. Meski demikian, Van Gastel memastikan skuadnya sudah memahami peran masing-masing.
”Kami sudah menjalani 23 pertandingan. Semua pemain tahu tugasnya. Memang sayang Ze tidak bisa bermain, tapi kami punya opsi pengganti yang siap,” kata van Gastel.
Di sisi lain, Semen Padang diprediksi tampil habis-habisan demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi. Tekanan besar yang membayangi tim tuan rumah justru bisa menjadi motivasi tambahan. Terlebih, Kabau Sirah mendatangkan sejumlah pemain baru pada bursa transfer yang diharapkan membawa energi segar.
Van Gastel mengaku tim pelatih sudah menganalisis perubahan komposisi skuad lawan. Menurut dia, tambahan amunisi baru bisa mengubah dinamika permainan Semen Padang.
”Mereka punya energi dan perspektif baru. Selisih poin memang ada, tapi mereka pasti bertarung maksimal untuk keluar dari zona degradasi,” tegas van Gastel.
Dengan kondisi tersebut, duel di Padang dipastikan menjadi ujian konsistensi bagi PSIM sekaligus kesempatan kebangkitan bagi Semen Padang. Hasil laga ini bisa berdampak besar terhadap posisi kedua tim di klasemen sementara BRI Super League musim ini.
