
TAMPIL MAKSIMAL: Rizky Ridho siap tampil maksimal jika diberikan kesempatan jadi starter geser posisi Jordi Amat di Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram Rizky Ridho)
JawaPos.com — Peluang Jordi Amat untuk menjadi starter di Timnas Indonesia semakin menipis seiring dengan penampilan cemerlang Rizky Ridho bersama Persija Jakarta di Liga 1 Indonesia musim 2023/2024.
Bek muda ini mencatatkan statistik impresif, terutama dalam akurasi passing dan ball recovery, yang membuatnya layak bersaing dan bahkan menggeser posisi Jordi Amat di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Rizky Ridho telah menunjukkan performa yang konsisten sepanjang musim ini. Dalam 24 pertandingan yang telah dimainkannya, Ridho menjadi starter dalam 23 laga dengan rata-rata bermain selama 95 menit per pertandingan. Kehadirannya di lini belakang Persija Jakarta memberikan stabilitas dan kekuatan yang dibutuhkan tim.
Salah satu aspek yang menonjol dari permainan Rizky Ridho adalah kemampuannya dalam hal passing. Dengan akurasi passing mencapai 87%, Ridho mampu memberikan kontribusi signifikan dalam membangun serangan dari belakang. Rata-rata 45,2 umpan akurat per pertandingan menunjukkan kemampuannya dalam menjaga aliran bola dan memastikan timnya tetap dalam penguasaan.
Selain itu, Ridho juga memiliki kemampuan dalam mengirimkan umpan panjang dengan akurasi 53%, menunjukkan visinya dalam melihat celah di pertahanan lawan.
Heatmap Rizky Ridho
Tidak hanya unggul dalam passing, Rizky Ridho juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam ball recovery. Dengan rata-rata 9,6 balls recovered per game, Ridho menjadi pemain kunci dalam menghentikan serangan lawan dan mengembalikan bola ke penguasaan timnya.
Kemampuannya dalam membaca permainan dan melakukan intersepsi sebanyak 4,5 kali per pertandingan menunjukkan kecerdasan taktik dan kecepatan reaksinya di lapangan.
Sebaliknya, Jordi Amat, meskipun berpengalaman, menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Pada penampilan terakhirnya bersama Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Amat membuat kesalahan yang fatal dengan menjatuhkan Ayase Ueda di dalam kotak penalti saat melawan Jepang. Selain itu, pada laga awal Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jordi Amat mencetak gol bunuh diri melawan Irak dan kehilangan bola yang menyebabkan gol Patrick Reichelt saat melawan Filipina.
Dengan usianya yang sudah 32 tahun, Amat juga berada di luar rentang usia pemain yang biasanya dipilih oleh pelatih Shin Tae-yong, yang lebih mengutamakan pemain muda berbakat. Ketidakmampuan Amat untuk bersaing di level yang lebih tinggi seperti yang ditunjukkan oleh Rizky Ridho menjadi alasan kuat mengapa posisinya sebagai starter kini terancam.
Rizky Ridho tidak hanya unggul dalam statistik individu, tetapi juga menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan di lapangan. Meskipun tidak mencatatkan clean sheet, perannya dalam pertahanan Persija Jakarta tetap vital. Kemampuannya dalam melakukan clearances sebanyak 2,2 kali per pertandingan dan sukses dalam dribble dengan persentase 86% menunjukkan keseimbangan antara kemampuan bertahan dan menyerang.
Namun, Ridho juga memiliki beberapa catatan yang perlu diperbaiki, seperti jumlah kartu kuning yang mencapai 8 dan satu kartu merah sepanjang musim. Disiplin menjadi aspek yang perlu ditingkatkan agar tidak merugikan tim dalam situasi krusial. Meskipun begitu, kontribusinya secara keseluruhan masih sangat positif dan memberikan dampak besar bagi timnya.
Dengan statistik dan performa impresifnya, Rizky Ridho memiliki peluang besar untuk menggeser Jordi Amat di Timnas Indonesia. Pelatih Shin Tae-yong tentu mempertimbangkan performa dan potensi pemain dalam memilih starter untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam hal ini, Ridho menawarkan kombinasi akurasi passing yang tinggi dan kemampuan ball recovery yang luar biasa, yang sangat dibutuhkan dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Selain itu, kemampuan Ridho dalam beradaptasi dengan permainan dan taktik yang diterapkan oleh pelatih Shin Tae-yong menjadi nilai tambah. Di usia yang masih muda, Ridho memiliki banyak ruang untuk berkembang dan berkontribusi lebih banyak bagi Timnas Indonesia. Dengan dukungan dari rekan-rekan setim dan pelatih, Ridho bisa menjadi pilar penting dalam pertahanan Timnas Indonesia.
Kompetisi di lini belakang Timnas Indonesia memang semakin ketat dengan hadirnya pemain-pemain muda berbakat seperti Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho. Namun, ini adalah hal positif bagi tim karena memberikan banyak pilihan dan kedalaman skuad yang lebih baik. Keputusan pelatih dalam memilih starter akan didasarkan pada performa, kondisi fisik, dan strategi yang ingin diterapkan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
