
MENELUSURI JEJAK JULUKAN: Jejak julukan klub-klub di Liga 1 Indonesia punya sejarah panjang yang terfragmentasi ke dalam alam bawah sadar suporter Indonesia. (JawaPos)
JawaPos.com — Julukan klub sepak bola seringkali menjadi cerminan dari semangat dan karakteristik yang ingin dipertontonkan oleh suatu tim. Dari julukan yang digunakan, kita dapat melihat bagaimana klub tersebut ingin diidentifikasi dan bagaimana mereka ingin dikenal oleh publik.
Dari singa gagah hingga kekuatan tiga dewa, julukan-julukan ini membawa semangat Dionysian, semangat menunjukkan kegagahan, di balik keberadaannya.
Pada awalnya, julukan-julukan ini muncul dari berbagai sumber. Beberapa di antaranya lahir dari inisiatif kepala daerah, seperti halnya julukan Macan Putih untuk Persik Kediri. Pada 1999, inspirasi untuk julukan ini muncul dari gambar Macan Putih yang terdapat dalam logo Kota Kediri, dipimpin oleh Walikota saat itu, Maschut. Julukan ini kemudian menjadi identitas yang kuat bagi klub tersebut, bahkan diabadikan dalam bentuk monumen yang dibangun di depan Stadion Brawijaya.
"Dari batu marmer dan dipasang di depan Stadion Brawijaya," ungkap Mahfud, penulis buku Persik sang Juara dan Persik Juara Sejati dikutip dari Jawa Pos koran edisi 9 Oktober 2021.
Bagaimana dengan Macan Kemayoran? Gerry Anugrah Putra, penulis buku Gue Persija, menjelaskan bahwa alasan Persija dijuluki demikian belum diketahui secara pasti.
"Belum banyak referensi. Tapi, orang Persija dulu bilangnya Macan Betawi itu julukan ke pemain Tan Liong Houw," ungkapnya.
Di sisi lain, ada juga julukan-julukan yang muncul di tengah perjalanan, seperti Singo Edan untuk Arema FC. Pada 1990, saat Galatama memasuki musim ke-10, julukan ini diusulkan oleh Ovan yang terinspirasi dari logo klub yang menampilkan seekor singa.
Padanan dengan kata Edan kemudian menambahkan nuansa yang kuat pada julukan tersebut, meskipun beberapa orang mempertanyakan kesesuaian kata tersebut dengan budaya lokal.
Tak hanya itu, beberapa klub juga memiliki lebih dari satu julukan, seperti Persebaya Surabaya yang dikenal sebagai Green Force dan Bajul Ijo. Hal ini seringkali muncul dari media atau komunitas pendukung dan menjadi representasi yang kuat bagi klub tersebut. Di balik penamaan ini, terdapat upaya untuk menunjukkan semangat kegagahan dan kekuatan, sesuai dengan filsafat Nietzsche tentang semangat Dionysian.
"Unda-undi munculnya. Bajul Ijo lebih dulu, lalu Green Force. Tapi, ketika final 1987, nama Green Force yang muncul di Stadion Gelora Bung Karno," jelas Dhion P. Prasetya selaku pemerhati sejarah Persebaya.
Menurut Fajar Junaedi, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, julukan-julukan ini mencerminkan dorongan psikologis dalam berkompetisi. Dengan memberikan julukan-julukan yang memiliki unsur maskulinitas dan mengandung kegagahan, klub sepak bola Indonesia menciptakan identitas yang kuat dan mampu menginspirasi para pendukungnya.
Dari Maung Bandung hingga Juku Eja, julukan-julukan ini menjadi bagian dari warisan budaya sepak bola Indonesia yang kaya akan cerita dan makna.
"Kata yang merujuk pada nama Dionysius, dewa yang mendorong manusia kembali pada kekuatan emosi dan naluri dasariahnya untuk kehendak berkuasa (will to power)," jelasnya kepada Jawa Pos.
“Meski perlu kita catat juga tidak semua bersifat maskulin. Laskar Kalinyamat yang menjadi julukan Persijap, misalnya. Namun, di dalamnya tetap ada semangat Dionysian,” kata Fajar Junaedi.
Dengan demikian, julukan-julukan klub sepak bola Indonesia tidak hanya sekadar nama, tetapi juga merupakan simbol dari semangat dan identitas klub tersebut. Dari cerita rakyat hingga inspirasi modern, setiap julukan memiliki kisahnya sendiri yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya sepak bola Tanah Air. Dalam setiap nama tersebut terkandung semangat Dionysian yang membara, siap untuk menghadapi tantangan dan meraih kemenangan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
