
CEO Deltras Sidoarjo Amir Burhannudin mempunyai cerita panjang sebelum menggeluti dunia sepak bola.
JawaPos.com – CEO Deltras Sidoarjo Amir Burhannudin mempunyai cerita panjang sebelum menggeluti dunia sepak bola. Amir pernah menjadi kuasa hukum bagi calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2008. Dari posisinya itu ia kemudian kenal dan dekat dengan beberapa tokoh seperti La Nyalla Mahmud Mattaliti.
Dia kemudian banyak diberi kepercayaan. Mulai duduk di kursi kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur hingga akhirnya tergabung di Asprov PSSI Jawa Timur.
Putra dari Kiai Munawar Zaini, seorang ulama asal Bancar, Kabupaten Tuban itu bergabung ke PSSI karena terinpirasi dari La Nyalla. Saat itu La Nyalla adalah salah satu penggerak reformasi sepak bola Indonesia mulai 2010. Dia turut berperan dalam penurunan Ketua PSSI Nurdin Halid saat itu.
Hingga dirinya ikut dalam mendeklarasikan PSSI Perjuangan di Kertajaya. “Pak Nurdin Halid itu tidak bisa digulingkan oleh member, tapi ia bisa digulingkan oleh publik dalam hal ini para suporter klub besar, tiap hari demo, dan di Surabaya digerakkan Pak La Nyalla,” ucap Amir dilansir dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group).
Pada 2011 La Nyalla mencalonkan diri sebagai Ketua PSSI Jawa Timur. Hingga saat La Nyalla terpilih, dirinya dipercaya menjadi salah satu pengurus Asprov PSSI Jawa Timur. Pria kelahiran 8 Maret 1979 itu ditunjuk menjadi Wakil Sekretaris I mendampingi Akhmad Munir sebagai Sekretaris.
Kemudian digelar konggres PSSI di Solo tahun 2012, Djohar Arifin terpilih sebagai Ketua PSSI dan La Nyalla sebagai exco. Hingga terjadilah gejolak antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Dari situlah ia mulai terlibat rutin dalam sepak bola nasional.
Pada 2013, PSSI dan KPSI melebur menjadi satu dengan Djohar Arifin sebagai ketua PSSI dan La Nyalla menjadi wakil ketuanya. Dan harus melepaskan jabatannya sebagai Ketua PSSI Jawa Timur.
Akhirnya mandat Ketua PSSI Jawa Timur diserahkan ke Bambang Pramukantoro. Saat itu pula Amir naik menjadi Sekretaris PSSI Jawa Timur.
“Dari situ saya bertemu dengan banyak orang, mulai lebih mengenal sepak bola lebih dalam, belajar sedikit demi sedikit, saya mulai kenal dengan banyak hal, saya pelajari itu,” kata Amir.
Hampir setiap hari secara rutin ia belajar mengenai sepak bola. Mulai dari membaca di situs PSSI dan FIFA. Semenjak saat itu hari-harinya diselimuti dengan yang namanya sepak bola.
Bahkan, Amir juga mengalami masa pembekuan PSSI. Sehingga ia sudah mengalami kecut manisnya sepak bola. Saat ini ia duduk dan dipercaya sebagai Wakil Ketua PSSI Jawa Timur.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
