Dime Dimov harus segera belajar kepada Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya di Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Sebelum datangnya Dime Dimov, Kadek Raditya menjadi salah satu pemain paling konsisten di Persebaya Surabaya musim ini. Bek kelahiran Bali itu tak tergantikan dalam 19 laga yang sudah dimainkan oleh Green Force.
Performa Kadek di lini belakang sangat solid, apalagi ketika berduet dengan Slavko Damjanovic. Kombinasi mereka membuat Persebaya Surabaya memiliki salah satu pertahanan terbaik di Liga 1 musim ini.
Statistik menunjukkan, Persebaya Surabaya hanya kebobolan 18 gol dari 19 laga, angka yang termasuk top three terbaik di liga. Selain itu, Green Force juga mencatatkan tujuh clean sheet hingga pekan ini.
Musim lalu, Kadek sempat berduet dengan Dusan Stevanovic pada paruh pertama musim. Namun, Persebaya Surabaya kebobolan 27 gol hingga akhirnya Kadek dipindahkan ke posisi gelandang bertahan setelah datangnya Yan Victor.
Hingga saat ini, Kadek mencatatkan 18 tekel sukses, 20 intersep, dan 44 sapuan dalam 19 pertandingan. Statistik ini membuktikan kontribusinya yang besar di lini belakang Green Force.
Pada paruh musim kedua, Kadek kembali digeser ke posisi gelandang bertahan. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan strategi dengan kehadiran bek baru, Dime Dimov.
Kadek tidak mempermasalahkan pergeseran posisinya dan mengutamakan kepentingan tim. Baginya, yang terpenting adalah Persebaya Surabaya meraih kemenangan di setiap pertandingan.
Sebagai pemain serba bisa, Kadek merasa bersyukur bisa bermain di beberapa posisi. Ia percaya fleksibilitas ini akan menjadi nilai tambah bagi tim yang saat ini bersaing di papan atas klasemen.
Persebaya Surabaya saat ini menempati posisi kedua klasemen Liga 1, dan konsistensi menjadi kunci untuk terus bersaing di jalur juara. Kadek menyadari pentingnya dukungan antar pemain untuk menjaga performa tim.
Ia juga memberikan dukungan penuh kepada para pemain baru, termasuk Dime Dimov. Kadek mengaku rutin berbicara dengan Dime dan Slavko untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat komunikasi di lini belakang.
“Kami support mereka (pemain baru), biar cepat adaptasi. Kami semua support, saya bisa saling bicara bagaimana kelebihan dan kekurangan, dan belajar juga dari mereka (Slavko dan Dime),” ujar Kadek Raditya.
Namun di sisi lain, Dime Dimov harus segera beradaptasi jika ingin memberikan kontribusi maksimal untuk Persebaya. Bek asal Bulgaria ini datang dengan rekam jejak yang kurang meyakinkan di klub sebelumnya, Lokomotiv Sofia.
Dalam tiga laga bersama Lokomotiv Sofia, Dime Dimov mengalami kekalahan telak 0-6. Catatan ini tentu menjadi perhatian khusus, mengingat Dime bermain penuh selama 90 menit di ketiga laga tersebut.
Pada 16 Maret 2024, Lokomotiv Sofia dibantai 0-6 oleh Ludogorets Razgrad di kompetisi efbet Liga. Dime Dimov tak mampu membendung serangan lawan meski bermain penuh.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
