
Persiapan skuad Persib Bandung melakoni laga tandang kontra PSBS Biak. (Media Persib)
JawaPos.com - Dari gelaran Liga 1 Indonesia, tim yang bertengger di pucuk klasemen, Persib Bandung, akan melakoni laga tandang. Laga tandang ini akan tersaji di Stadion Lukas Enembe, markas PSBS Biak, Sabtu (11/1).
Menurut panitia pelaksana pertandingan, laga yang akan tersaji di Stadion Lukas Enembe itu akan dipenuhi dengan 40 ribu penonton. Stadion dan segala fasilitasnya sudah siap dipakai oleh kedua tim untuk menyajikan laga yang menghibur.
Namun, laga tandang kali ini akan menguras energi para pemain Maung Bandung. Mereka akan menempuh jarak 5.000 km. Persib Bandung sebelumnya harus menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta dan menempuh perjalanan panjang tersebut dengan pesawat menuju Makassar, kemudian Papua.
"Saya pikir pertanyaan ini harus ditanyakan ke PSSI atau liga, atau Biak. Bukan saya. Tetapi, ini juga menjadi kerugian bagi kami, karena perjalanan ini melelahkan," ungkap Bojan Hodak.
Negara Indonesia yang berbentuk kepulauan ini juga berdampak kepada tim sepak bola yang akan bertanding. Tidak hanya dunia sepak bola, tetapi juga event olahraga lainnya seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pembangunan infrastruktur yang tidak merata seperti bandara, stasiun kereta api, dan pelabuhan telah memengaruhi klub-klub sepak bola Indonesia yang bepergian ke provinsi-provinsi Wilayah Timur Indonesia, seperti Papua.
Pertandingan tandang ini juga perlu menjadi perhatian bagi federasi sepak bola Indonesia, PSSI dan juga panitia pelaksana pertandingan terkait akomodasi. Fasilitas akomodasi menjadi penting untuk menjaga kebugaran sebuah skuad.
Sejak lama, permasalahan jarak antarpulau dan klub yang bertanding belum terselesaikan dengan baik. Hal ini pernah dialami oleh Perseru Serui, ketika perlu tandang ke kandang PSM Makasar, perjalanan mereka tempuh selama hampir 3,5 jam.
Perjalanan mereka dimulai dari Bandara Udara Sudjarwo Tjindronegoro menuju Bandara Internasional Frans Kaisiepo di Biak, Papua, selama 45 menit. Kemudian dari bandara itu, mereka kembali terbang menuju Makassar dengan total perjalanan 2 jam 30 menit.
Ada juga jauh sebelum ini, tepatnya pada 2016, Semen Padang yang akan melakoni laga tandang ke Papua saat menantang tuan rumah Perseru Serui. Laga yang tersaji di Stadion Marora ini perlu ditempuh dengan jarak 6.700 kilometer.
Skuad asuhan Nil Maizar kala itu harus menyebrangi tiga pulau besar. Dari bandara di Padang menuju Soekarno Hatta, Jakarta. Kemudian mereka berlanjut ke Pulau Sulawesi, tepatnya Makasar, kemudian ke Biak.
Perjalanan yang panjang dan jauh sangat membebani kondisi fisik seluruh pemain. Hal ini biasanya memengaruhi performa setiap pemain selama permainan, sehingga kurang optimal.
Tidak hanya itu, dilansir dari solopos.com, pada musim 2022/2023 diisi dengan tim Liga 1 yang berasal dari Pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Berdasarkan data jadwal yang beredar, laga tandang terjauh dilakukan ketika Persita Tangerang vs Borneo FC.
Borneo FC, yang bermarkas di Kota Samarinda, membuat skuad Persita Tangerang kala itu harus menempuh jarak sejauh 2.110 km. Kala itu persentase tim Liga 1 2022/2023 adalah hampir 85% berasal dari Jawa-Bali, 11% dari Kalimantan, dan 4% dari Sulawesi.
