
Pratama Arhan tanda tangan kontrak bersama Bangkok United pada Selasa (7/1). (Instagram Pratama Arhan)
JawaPos.com - Pratama Arhan secara resmi tak menganggur lagi setelah mendapat sodoran kontrak oleh klub besar Thailand Bangkok United. Sebelum resmi ke Bangkok, Pratama Arhan dirumorkan menuju klub Indonesia seperti PSIS dan Persija.
Pratama Arhan akan memulai petualangan baru ke Liga Thailand pada putaran kedua ini. Bangkok United sendiri berada di posisi ke-2 sementara dengan raihan 30 poin. Terpaut 9 poin dari pemuncak klasemen yakni Buriram United yang selisihnya jauh. Tidak heran bila Buriram kokoh di puncak, sebab klub paling banyak meraih juara sebanyak 9 kali Thai League.
Bangkok United juga salah satu klub besar di Thailand dengan gelar sebanyak 4 kali juara pada beberapa ajang seperti Piala Thailand 2023/2024. Thailand Champions Cup 2023, Thai Champions 2005/2006 dan ketika promosi ke Liga Utama Thailand setelah menjuarai Liga 2 Thailand 2002/2003.
Bangkok United musim ini juga berkiprah pada 3 ajang, selain Thai League juga bersaing di Piala FA Thailand dan Asian Champions League 2. Tentu saja bergabung tim besar bakal menjadi modal berharga dengan banyak kompetisi diikuti salah satunya kompetisi internasional.
Setelah mendapat kesempatan bermain di Bangkok, perjuangan Arhan belum selesai. Masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Berikut tantangan yang harus dihadapi Pratama Arhan:
1. Persaingan Ketat Bek Sayap Kiri
Arhan Pratama bersama Bangkok tak boleh bercanda. Dirinya harus terus menampilkan performa terbaiknya ketika dalam latihan maupun dalam pertandingan. Arhan akan memiliki pesaing yang sangat senior dan mantan pemain label Timnas Thailand.
Dia adalah Peerapat Notchaiya, bek berusia 31 tahun dengan jumlah 318 penampilan di Thai League. Notchaiya memiliki pengalaman 36 pertandingan Timnas Thailand dalam beberapa ajang di antaranya Kualifikasi Piala Asia dan kampiun Piala AFF.
Notchaiya juga salah satu pencetak gol bagi negaranya ketika menekuk Indonesia 4-2 pada AFF 2016. Pratama Arhan yang dibilang masih muda perlu ekstra keras bersaing di lini sebelah kiri.
Tak hanya akan bersaing dengan Notchaiya, Wanchai Jarunongkran memperketat persaingan sektor kiri terlebih dirinya masuk skuad utama semifinalis AFF 2024 di Timnas Thailand.
2. Menit Bermain Optimal
Misi yang harus dilakukan pemuda 23 tahun ini adalah jam terbang yang optimal dan stabil. Pratama Arhan selama ini dikenal sebagai pemain yang jarang mendapat menit bermain di klubnya.
Sejak 2022, Arhan mendapat kesempatan bergabung di Liga 2 Jepang dan Korean League 1. Namun, tercatat dirinya hanya mendapat 4 kali kesempatan bermain, mirisnya kurang dari 90 menit. Sejak itu, performa Arhan di Timnas ikut menurun. Dapat dibilang tidak ada peningkatan dan kerap dikritik fans Timnas.
Yang dibutuhkan Pratama Arhan saat ini adalah jumlah menit bermain yang tinggi dan optimal. Terlebih Timnas Indonesia akan segera memiliki pelatih baru menggantikan pelatih yang membesarkan namanya. Bukan tidak mungkin, berada pada naungan pelatih baru Timnas Indonesia, posisi Arhan akan digeser bahkan tak dipanggil jika jarang tampil reguler.
3. Berkompetisi di ACL
