
Marselino Ferdinan dalam laga Timnas Indonesia vs Yordania U-23 (Sumber Foto : PSSI)
JawaPos.com-Menaklukkan dua tim yang peringkat timnas seniornya lebih tinggi dari Indonesia adalah sungguh pencapaian besar.
Bagi Indonesia, pertandingan perempatfinal 26 April nanti di Stadion Abdullah bin Khalifa adalah pertemuan kedua dengan Korea Selatan setelah kualifikasi Piala Asia U23 2016 ketika Merah Putih menyerah 0-4.
Apakah Indonesia bisa membalas kekalahan delapan tahun silam itu dan menjadi tim kedua setelah Jepang yang menggagalkan Korea Selatan melangkah ke semifinal Piala Asia U23? Ada alasan optimistis untuk menjawab 'ya' terhadap pertanyaan itu, tapi juga ada sedikit pesimisme.
Keberhasilan mengakhiri perjalanan Australia dan Yordania, adalah alasan untuk optimistis bahwa Garuda Muda bisa membuat kejutan saat meladeni Korea Selatan. Tampil sebagai debutan yang berstatus underdog bisa membuat Indonesia tampil sama lepas tapi taktis seperti saat mengalahkan Australia dan Yordania.
Tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan bisa membuat pertandingan justru menjadi beban bagi Korea Selatan dan ini menjadi pintu masuk bagi Garuda Muda untuk menang. Sedangkan hal yang membuat agak pesimistis adalah resume cemerlang Korea Selatan dari edisi ke edisi Piala Asia U23 itu, yang hampir selalu berhasil mencapai semifinal turnamen ini.
Korea Selatan juga menjadi satu dari dua tim yang belum pernah kebobolan selama Piala Asia U23 edisi 2024, selain Uzbekistan yang menjalani pertandingan terakhir fase grup Selasa malam ini melawan Vietnam, guna menentukan predikat juara Grup D.
Namun sepak bola kerap menepis catatan sebelumnya, sehingga tak ada jaminan Indonesia tak bisa mengalahkan Korea Selatan.
Ada beberapa hal yang membuat Indonesia bisa berbicara lebih banyak dalam pertandingan Kamis dini hari lusa itu. Salah satunya produktivitas gol, yang dalam soal ini Garuda Muda lebih tajam dari Korea Selatan.
Tim Shin Tae-yong sudah mencetak lima gol, sedangkan Korea Selatan yang dilatih Hwang Sun-hong baru membuat empat gol.
Pertarungan dua Korea
Faktor Shin Tae-yong juga sangat menentukan, apalagi laga ini bisa menjadi pertandingan adu gengsi yang memotivasi para pelatih untuk mendorong timnya tampil all-out.
Ini karena laga ini merupakan pertemuan antara pelatih yang tengah menangani timnas Korea Selatan dan pelatih yang pernah menangani tim yang sama.
Selain melatih Korea Selatan U23, Hwang Sun-hong adalah juga caretaker timnas senior Korea Selatan sejak 27 Februari 2024 setelah asosiasi sepak bola negara itu memecat Juergen Klinsmann karena gagal membawa Laskar Taegeuk menjuarai Piala Asia 2023.
Meskipun dua tahun lebih muda dari Hwang, Shin memiliki curriculum vitae lebih menarik dalam melatih tim nasional Korea Selatan. Hwang saat ini berusia 55 tahun, sedangkan Shin berumur 53 tahun.
Hwang baru tahun ini melatih Laskar Taegeuk, tapi sudah menangani Korea Selatan U23 sejak 2021. Pencapaian terbesar Hwang adalah perempat final Piala Asia U23 2022 dan medali emas Asian Games 2022.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
