
Tunku Mahkota Johor (TMJ) Tunku Ismail Sultan Ibrahim. (ig @officialjohor)
JawaPos.com-Tunku Mahkota Johor (TMJ) Tunku Ismail Sultan Ibrahim kembali menjadi sorotan publik sepakbola Asia Tenggara. Bos Johor Darul Takzim (JDT) itu dikabarkan sedang dalam tahap serius membeli klub asal Bosnia Herzegovina FK Sarajevo.
Kabar ini tidak sekadar gosip, karena negosiasi antara kedua pihak disebut sudah berjalan selama enam bulan terakhir.
Langkah ini dianggap strategis. Bagi TMJ, memiliki klub di Eropa akan membuka jalan lebih luas bagi pemain-pemain Malaysia untuk berkarir di luar negeri, khususnya di kompetisi Eropa yang punya standar lebih tinggi dibanding Liga Malaysia.
Tunku Ismail memang dikenal punya visi jauh ke depan dalam mengembangkan sepak bola Malaysia. Sejak mengambil alih JDT pada 2012, dia berhasil mengubah klub asal Johor itu menjadi salah satu tim terkuat di Asia Tenggara.
Berbagai fasilitas modern seperti stadion, pusat latihan, hingga akademi sepakbola bertaraf internasional sudah dibangun untuk mendukung perkembangan pemain.
Kini, dengan rencana akuisisi FK Sarajevo, TMJ ingin membuka jalur baru bagi talenta Malaysia agar bisa mencicipi persaingan di Eropa.
Jika rencana ini sukses, Tunku Ismail akan mengikuti jejak sejumlah pengusaha Malaysia lain yang lebih dulu memiliki klub di Eropa.
Vincent Tan misalnya, yang saat ini tercatat sebagai pemilik Cardiff City, klub asal Wales yang bermain di Liga Inggris, serta KV Kortrijk di Liga Belgia.
Sementara itu, Tony Fernandes, bos AirAsia, pernah menjadi pemilik Queens Park Rangers (QPR) yang pernah berlaga di Premier League.
Nama-nama besar ini menunjukkan bahwa keterlibatan pengusaha Malaysia di sepakbola Eropa bukan hal baru. Bedanya, TMJ diyakini akan fokus menjadikan FK Sarajevo sebagai pintu masuk bagi pemain Malaysia, bukan sekadar investasi bisnis.
FK Sarajevo sendiri bukan klub sembarangan. Tim yang berdiri sejak 1946 ini memiliki sejarah panjang di Liga Bosnia dan beberapa kali tampil di kualifikasi kompetisi Eropa, termasuk Liga Europa.
Bagi TMJ, klub dengan tradisi kuat seperti Sarajevo bisa menjadi platform tepat untuk mengembangkan pemain asal Malaysia. Selain itu, Bosnia memiliki liga yang cukup kompetitif namun tidak sebesar liga top Eropa. Kondisi ini bisa menjadi titik awal ideal bagi pemain Malaysia untuk beradaptasi sebelum melangkah ke level lebih tinggi.
Istilah Malaysia abroad belakangan makin sering terdengar, mengacu pada pemain-pemain asal Negeri Jiran yang merumput di luar negeri. Namun jumlahnya masih sangat sedikit, apalagi di Eropa.
Dengan adanya klub milik TMJ di benua biru, jalan lahirnya generasi baru pesepak bola Malaysia bisa lebih terbuka. Pengalaman bermain di luar negeri juga diharapkan berdampak positif pada tim nasional Malaysia.
Level kompetisi internasional membutuhkan mental dan kualitas yang terasah, dan Eropa jelas menjadi tempat ideal untuk itu. Meski belum ada konfirmasi resmi, kabar negosiasi TMJ dengan FK Sarajevo semakin kuat terdengar.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
