
Khvicha Kvaratskhelia resmi bergabung dengan PSG dari Napoli. (Dailymail)
JawaPos.com - Paris Saint-Germain (PSG) resmi mendatangkan Khvicha Kvaratskhelia dari Napoli. Kabar itu diungkap oleh Fabrizio Romano, seorang jurnalis olahraga terkemuka.
“Here We Go” ucap Fabrizio menuliskan jargonnya melalui akun Instagramnya.
PSG telah menemukan kesepakatan mengenai kepindahan pemain sayap asal Georgia tersebut. Fabrizio Romano mengumumkan bahwa PSG telah menyelesaikan kesepakatan dengan pihak terkait. Dia menyebut, nilai kepindahan Kvaratskhelia adalah senilai EUR 70 juta dan sang pemain akan menandatangani kontrak lima tahun dengan klub asal Paris tersebut.
Sebelumnya, Khvicha Kvaratskhelia sempat dikaitkan dengan beberapa klub besar Eropa seperti Liverpool, Chelsea, dan Manchester United. Namun Fabrizio Romano sempat mengungkap, bahwa PSG menjadi klub terdepan untuk mendapatkan jasa sang pemain.
Manager PSG Luis Enrique mengatakan, pihaknya telah melakukan kontak langsung mengenai kepindahan Kvaratskhelia.Sebuah kesepakatan, dilaporkan sekitar 71 juta poundsterling, dikatakan sedang dalam pengerjaan, dengan pembicaraan seputar persyaratan pribadi berjalan dengan baik.
Kvaratskhelia dilaporkan akan mendapatkan lebih dari empat kali gajinya saat ini, dengan kesepakatan lima tahun di Parc des Princes.
Manajer Napoli, Antonio Conte juga telah berusaha agar sang pemain tetap bertahan dengan Napoli. Meski begitu, Kvaratskhelia sudah bertekad untuk hengkang dari tim yang sempat dia bawa juara pada 2022-2023 silam. “Kvaratskhelia telah meminta untuk meninggalkan klub,” kata Conte dilansir dari Dailymail.“Saya berbicara dengan Khvicha dan dia mengkonfirmasi rencananya untuk segera meninggalkan klub.” sambungnya.
Conte mengatakan telah berupaya untuk membujuk Kvaratskhelia bertahan di Napoli, namun dia merasa tidak dapat meyakinkan kedua belah pihak untuk melanjutkan kerjasama. “Ada kontrak yang seharusnya diperbarui. Jelas saya tidak cukup untuk meyakinkan kedua belah pihak untuk melanjutkan bersama” tutur Conte. "Saya akan mundur karena saya tidak bisa terus menahan pemain yang tidak ingin tinggal.” lanjutnya.(*)
