Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2025, 17.06 WIB

Kalahkan Real Madrid 5-2 di Ajang Piala Super Eropa 2025, Barcelona Perbaiki Rekor Pertemuan Dengan Los Blancos

Barcelona menjuarai Piala Super Spanyol 2025 usai membabat Real Madrid 5-2. (Istimewa) - Image

Barcelona menjuarai Piala Super Spanyol 2025 usai membabat Real Madrid 5-2. (Istimewa)

JawaPos.com - Barcelona berhasil membungkam rival bebuyutannya, Real Madrid, dengan skor 5-2 di ajang Piala Super Spanyol 2025, Senin (13/1) dini hari WIB. Hasil ini menjadi capaian pembuka Hansi Flick setelah didapuk menjadi pelatih Blaugrana di awal musim.

Kemenangan ini juga memperbaiki rekor pertemuan dengan Real Madrid sepanjang perhelatan Piala Super Spanyol 2025 selama beberapa tahun belakangan.

Dikutip dari Transfermarkt, Barcelona selalu bertemu musuh bebuyutannya itu pada partai puncak Supercopa. Dari 5 babak final sepanjang sejarah pertemuan keduanya, Barcelona baru menang dua kali berbanding 3 kekalahan atas Los Blancos.

Kemenangan 5 gol berbalas 2 seolah membayar pertemuan sebelumnya di ajang yang sama pada musim lalu. Musim 2023-24, Real Madrid keluar sebagai juara setelah mengalahkan Barcelona dengan skor 4-1.

Barcelona terakhir menang Piala Super Spanyol pada tanggal 15 Januari 2023. Bersua Real Madrid, Barca berhasil menang dengan skor 3-1. Klub asal Catalan itu masih dibesut oleh legenda hidup mereka, Xavi, dengan masing-masing pencetak gol dari Gavi di babak pertama serta Robert Lewandowski dan Pedri di babak kedua. El Real baru bisa membalas jelang pertandingan berakhir lewat striker veteran, Karim Benzema.

Pertemuan pada musim 2016-17 jadi pertemuan final Supercopa yang diselenggarakan dalam babak dua leg. Sayangnya, Real Madrid masih terlalu perkasa pada saat itu dengan memenangkan dua laga tersebut dan berhak memulangkan trofi Supercopa ke kota Madrid. Skor 3-1 di pertemuan pertama dan 2-0 di pertemuan kedua menambah catatan buruk Barca selama perjumpaannya dengan Real Madrid.

Kini bersama Hansi Flick, Barcelona mencoba memperbaiki posisinya di klasemen La Liga. Robert Lewandowski dkk harus puas bertengger di posisi ketiga dengan catatan 19 kali bertanding dengan masing-masing 12 kali menang, 2 kali imbang, dan 5 kali kalah. Mereka berhasil meraup 38 poin dan terpaut 5 poin dari peringkat kedua yang dihuni Real Madrid.

Performa yang melorot dari anak asuh Hansi Flick tak lepas dari drama eksternal yang terjadi. Sempat terkendala masalah finansial, mereka tidak diperkenankan untuk mendaftarkan Dani Olmo dan Pau Victor akibat berbenturan dengan regulasi La Liga. Walaupun akhirnya masalah tersebut berhasil diatasi, sedikit banyak problema tersebut mempengaruhi mental dan semangat juang Blaugrana.

Beberapa pertandingan terakhir, Barcelona terpeleset dengan kekalahan dari Atletico Madrid, Leganes, dan Las Palmas. Kekalahan itu membuat Atletico sukses memuncaki klasemen grup dan membuat potensi poin yang bisa diraih jadi terbuang percuma.

Barcelona juga dihadapkan pada masalah tidak bisa mendatangkan pemain baru sampai konfliknya dengan La Liga usai. Tugas dan pekerjaan rumah bagi Hansi Flick dan jajaran kepelatihan untuk menyelesaikan semuanya dan bisa berjaya kembali di musim-musim selanjutnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore