
Rivalitas Liverpool dan Manchester United (Media Teamtalk)
JawaPos.com - Laga Liverpool versus Manchester United akan digelar pada hari, Minggu (5/1) malam ini pukul 23.30 WIB di Anfield Stadium. Laga ini akan menjadi sangat penting bagi kedua tim.
Liverpool harus menang apabila mereka ingin mempertahankan posisi di puncak klasemen English Premier League (EPL) dan memperlebar jarak dari Arsenal yang sedang berada di posisi kedua. Sedangkan bagi Man United, mereka harus berjuang mati-matian melawan anak asuhan Arne Slot apabila mereka ingin menjauhkan jarak dari zona degradasi.
Pertemuan kedua klub ini juga sudah mulai ramai diperbincangkan oleh para penggemar masing-masing klub. Tentu pertandingan ini bukan hanya pertandingan biasa, tetapi pertandingan ini akan menyajikan tensi panas dari rivalitas panjang antara kedua klub ini.
Sejarah Rivalitas Liverpool dan Manchester United alias The North - West Derby
Rivalitas kota Liverpool dengan Manchester bermula saat Revolusi Industri, tepatnya pada awal abad ke-19. Liverpool sebagai kota yang terkenal akan dermaganya menjadi pusat perekonomian bagi masyarakatnya, salah satunya adalah kegiatan ekspor-impor bagi kota-kota di wilayah Barat Daya Inggris, termasuk Manchester.
Sedangkan Manchester saat itu menjadi kota yang perekonomiannya berasal dari industri tekstil yang bergantung dengan Sungai Mersey, Liverpool.
Puncak konflik antara kedua kota ini terjadi menjelang akhir abad ke-19, di mana para pengusaha industri tekstil Manchester mengeluhkan harga sewa dermaga dan pajak yang ditetapkan oleh kota Liverpool yang semakin hari semakin naik. Bukan hanya di dermaga, namun jalur darat untuk mengirim barang-barang ke Manchester juga memerlukan ongkos yang mahal lewat kereta api dari Liverpool menuju Manchester.
Keluhan-keluhan dari para pengusaha industri tekstil tersebut membuat mereka mengambil keputusan untuk merencanakan pembangunan jalur kanal yang berpeluang bagi kapal-kapal besar untuk masuk ke Kota Manchester tanpa harus singgah di dermaga milik Kota Liverpool. Kemudian, rencana-rencana dari pengusaha tersebut coba diajukan ke pemerintah pusat. Pemerintah pusat baru menyetujui rencana dari para pengusaha tersebut setelah 3 tahun pengajuan.
Persetujuan dari pemerintah pusat tersebut terdengar oleh kota Liverpool. Hal ini sontak membuat kota Liverpool sangat marah dengan Manchester, karena mereka menganggap haknya telah dirampas karena telah membuat pendapatan mereka menurun. Kendati demikian, sebenarnya kota-kota di Barat Daya Inggris masih bergantung dengan dermaga Liverpool.
Pembangunan kanal di Manchester mulai merasuki kehidupan dan menimbulkan tensi panas antara kedua kota ini. Sehingga tensi panas itu juga mulai masuk ke dalam sepak bola.
Dari Dermaga Berlanjut ke Lapangan Bola
Manchester United pada tahun 1950-an dan 1960-an menjadi klub yang memiliki kekuatan dominan di bawah kepemimpinan Sir Matt Busby. Man United pada saat itu meraih banyak gelar dan menjauh dari dominasi Liverpool.
Tetapi, Liverpool mulai mencapai titik kejayaan di tahun 1970-an dan 1980-an dan menjelma menjadi klub paling dominan di Inggris. Saat itu Liverpool di bawah asuhan Bill Shankly dan Kenny Dalglish berhasil membawa Liverpool menjuarai berbagai ajang kompetisi seperti Liga Inggris, Piala FA dan Piala Eropa. Sementara, Man United mengalami keterpurukan ketika Sir Matt Busby pensiun.
Kedatangan Sir Alex Ferguson (SAF) menjadi pemimpin Man United pada tahun 1986 memberikan secercah cahaya. SAF membuat Man United mulai menjadi klub menakutkan di Inggris dengan memenangkan gelar Liga Inggris dan juga Liga Champions. Kesuksesan SAF membuat Man United mengalahkan dominasi Liverpool dalam hal jumlah gelar liga.
Namun, pada 8 Mei 2013 SAF mengumumkan pensiun ketika ia berhasil meraih gelar juara Liga Inggris ke-13 selama melatih Man United. Sepeninggalan SAF, Man United mengalami keterpurukan hingga saat ini. Sedangkan, Liverpool bisa dikatakan saat ini menjadi klub dengan performa terbaik dibandingkan Man United.
