Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2025, 20.24 WIB

Kemarahan Sergio Conceicao Berbuah Manis Usai AC Milan Singkirkan Juventus di Piala Super Italia 2024

Sergio Conceicao memberi instruksi di laga AC Milan melawan Juventus pada ajang Piala Super Italia 2024. (Yasser Bakhsh/Getty Images) - Image

Sergio Conceicao memberi instruksi di laga AC Milan melawan Juventus pada ajang Piala Super Italia 2024. (Yasser Bakhsh/Getty Images)

 

JawaPos.com - AC Milan sukses menang comeback atas Juventus di ajang Piala Super Italia, namun Sergio Conceicao justru sempat marah kepada anak asuhnya terkait penampilan yang mengecewakan di babak pertama.

Milan berhasil menyingkirkan Juventus pada babak semifinal Piala Super Italia 2024. Bermain di Al Awwal Park Stadium, Sabtu (4/1) dini hari WIB, mereka menang dengan skor 2-1.

Conceicao didatangkan oleh manajemen Milan untuk mengembalikan musim mereka yang sedang terpuruk ke jalur yang benar dan dia memulai dengan baik lewat kemenangan dramatis.

Juventus unggul lebih dulu pada menit ke-21 melalui Kenan Yildiz, yang bermain sejak awal setelah mengisi posisi Francisco Conceicao, putra Sergio, yang tidak tampil karena mengalami cedera saat pemanasan.  

Rossoneri baru merespons pada menit ke-71, itu pun berkat bantuan dari mantan pemain mereka, Manuel Locatelli, yang melakukan pelanggaran terhadap Christian Pulisic di kotak penalti. Pulisic sendiri yang mengeksekusi penalti tersebut dan mencetak gol penyama kedudukan.

Empat menit kemudian, Milan sanggup comeback ketika Federico Gatti tanpa sengaja membelokkan umpan silang Yunus Musah dari sisi kanan ke gawang sendiri.

Juventus yang terpukul tidak mampu memberikan respons hingga akhir laga dan Milan memastikan diri melaju ke babak final Piala Super Italia. Rossoneri akan menghadapi Inter Milan di partai tersebut.

Setelah peluit akhir dibunyikan, Conceicao mengaku senang dengan hasil kemenangan pada debutnya di kursi kepelatihan. Namun, dirinya melihat penampilan anak asuhnya yang kurang memuaskan di babak pertama.

"Sepak bola adalah gairah dan kegembiraan, ini adalah momen yang luar biasa,” ujar Conceicao kepada Sport Mediaset.

"Kami pantas menang berkat penampilan yang luar biasa di babak kedua. Sementara di babak pertama, saya melihat Milan yang sama seperti beberapa minggu lalu, dengan para pemain yang ragu-ragu di lini pertahanan, terlalu lelah saat menggerakkan bola, dan salah dalam menentukan waktu untuk pressing."

Di babak kedua, Milan akhirnya mencatatkan angka expected goals (xG) yang lebih tinggi dibandingkan lawannya (1,55 berbanding 1,02), tetapi mereka tidak banyak memberikan ancaman hingga pelanggaran Locatelli memberi mereka peluang kembali dalam pertandingan. 

Tim asuhan Conceicao jelas harus meningkatkan permainan mereka ke level berikutnya jika mau mengalahkan Inter di babak final.

"Di babak pertama, kami mengubah beberapa hal, saling menatap mata, dan para pemain harus menyadari apa yang perlu mereka lakukan untuk memenangkan pertandingan," sambung Conceicao.

"Mereka harus menjalankan apa yang telah kami persiapkan. Kalau kami kalah 2-0 atau 3-0, itu tanggung jawab saya. Namun, mereka benar-benar bermain dengan keberanian di babak kedua, dan permainannya sangat berbeda dibandingkan babak pertama.

"Saya senang, tetapi kami belum meraih apa pun. Kami baru sampai di final dan harus bersiap untuk menghadapi Inter."

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore