
Jose Mourinho. (Manuel Queimadelos Alonso/Getty Images)
JawaPos.com - Jose Mourinho adalah salah satu pelatih berpengalaman yang masih berkarier sampai saat ini. Berbagai klub besar yang tersebar di Eropa sudah ditangani pria yang kini menukangi Fenerbahce tersebut.
Klub-klub yang ia tangani sebelumnya adalah Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham Hotspur, serta AS Roma. Kesuksesan besar dan kegagalan yang menyakitkan sudah dia rasakan.
Banyak pengalaman dan klub, sedikit banyaknya memunculkan beberapa penyesalan dalam dirinya. Jose Mourinho mengungkapkan dua keputusan yang sampai saat ini mengusik hatinya, yaitu terkait Real Madrid dan AS Roma.
Kedua klub tersebut memunculkan penyesalan yang berbeda. Ia mengakui terlalu cepat meninggalkan Los Blancos serta terlambat pergi dari Roma.
“Banyak penyesalan. Mengenai keputusan profesional, tidak untuk Florentino Perez. Dia bilang ‘Mou, jangan pergi sekarang, Anda sudah melakukan bagian yang sulit, sekarang yang terbaik dimulai’,” kenang Mourinho kepada Corriere dello Sport, Kamis (2/1).
“Saya tahu itu benar, tapi saya ingin kembali ke Chelsea setelah tiga tahun menghadapi tantangan besar di Spanyol. Kemudian Budapest. Bukan karena kekacauan yang dibuat Anthony Taylor, tapi karena saya tidak segera pergi. Saya harusnya meninggalkan Roma, tapi saya tidak melakukannya, itu kesalahan,” ia menambahkan.
Jose Mourinho meninggalkan Real Madrid 2013 silam. Pada musim terakhir di Santiago Bernabeu ia gagal mempersembahkan gelar.
Ia kemudian kembali ke Chelsea dan juara Premier League lagi musim 2014-2015. Inggris jadi tempat yang nyaman untuk The Special One.
Jose Mourinho bertahan di Britania sampai 2021 dengan pindah ke Manchester United 2016 serta Tottenham Hotspur tiga tahun setelahnya. Gagal total di Spurs, pria Portugal ini mencoba peruntungan di Italia.
Bukan Inter Milan tujuannya, melainkan AS Roma. Musim pertama di ibu kota langsung membuahkan hasil. Untuk pertama kali dalam sejarah AS Roma menjadi juara kompetisi Eropa, tepatnya Conference League edisi perdana.
Dikenal memiliki sindrom dipecat pada musim ketiga, The Special One benar-benar berpisah pada paruh kedua musim lalu. Dia meninggalkan AS Roma dengan penuh amarah kepada manajemen.
Kali ini, nakhoda 61 tahun tersebut tengah menata ulang kariernya bersama Fenerbahce. Tugasnya berat karena harus memutus dominasi Galatasaray di Liga Turki.
Asa juara tetap terbuka untuk Jose Mourinho. Sampai pekan ke-16 Fenerbahce berada di posisi kedua dengan 36 poin. Terpaut delapan angka dari Galatasaray.
