
Pihak BPS membantah pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. BPS mempertanyakan data yang dinukil Prabowo terkait angka kemiskinan di Tanah Air.
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum lama ini menyebut jika kondisi kemiskinan Indonesia dalam lima tahun terakhir justru semakin parah. Prabowo mengatakan jika persentase angka kemiskinan naik 50.
Pernyataan Prabowo itu lantas menimbulkan perdebatan. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mempertanyakan angka yang diucapkan oleh eks Danjen Kopassus itu.
Menurutnya, sangat riskan berbicara hal-hal yang fundamental tanpa adanya data yang kuat.
"Angka darimana dulu (kemiskinan semakin parah). kalau kita ngomong kan harus pakai data kan. Tadi saya tunjukkan dengan World Bank saja garis kemiskinan kita 2,5 dolar PPP. kalau cuma ngomong gak pakai data ya susah ya," ujarnya di Jakarta, Senin (30/7).
Lanjut Suhariyanto, hampir di setiap era kepresidenan angka kemiskinan selalu bertambah dan berkurang. Pihaknya juga menegaskan bahwa data yang disajikan BPS tidak ada intervensi dari siapapun.
"Cek aja data yang ada (di BPS). Seperti saya bilang tadi kalau kita kembali ke tahun 76 siapapun presidennya kan selalu pernah ada kenaikan, ada penurunan. Artinya BPS sangat independen," tuturnya.
"Kita nggak peduli presidennya siapa. jadi kalau memang naik ya naik, atau miskin. Jadi kalau sebuah statement gak ada datanya agak susah kita mengkonfirmasi," tegasnya.
Jika ditarik hingga 5 tahun ke belakang, data BPS mencatat angka kemiskinan sudah mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin pada September 2012 tercatat mencapai 28,71 juta atau sekitar 11,66 persen.
Artinya, penduduk miskin berkurang hingga 2,13 juta atau sekitar 7,4 persen. Sedangkan jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 25,95 juta orang (9,82 persen), atau turun 633,2 ribu orang dibandingkan September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12 juta orang).
"Angka kemiskinan tersebut membuat jumlah penduduk miskin pada tahun ini merupakan yang terendah semenjak era krisis moneter 1998," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
