"Saya dan Pak Mahfud mulai perjalan pada saat pembukaan kampanye dari ujung timur dan barat, dari Sabang dan Merauke hanya ingin mendengarkan dan ingin melihat secara langsung apa yang disampaikan oleh rakyat, apa yang dirasakan oleh rakyat, sehingga kontestasi lima tahunan ini berlangsung, harapan ini ada," kata Ganjar saat pemaparan debat perdana di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).
Ganjar menjelaskan, saat mendengar suara rakyat secara langsung, dapat menghasilkan kebijakan yang pro terhadap rakyat. Ia pun mengungkap saat dirinya mendapat aspirasi saat bertemu dengan seorang Pendeta bernama Leo di Merauke, Papua Selatan.
"Pak Leo dia harus menolong ibu melahirkan karena tidak ada fasilitas kesehatan," ucap Ganjar.
Mendengar hal itu, Ganjar pun berjanji akan menyediakan layanan satu desa satu fasilitas kesehatan. Sementara, saat berkampanye di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ganjar juga mengaku mendengarkan aspirasi mengenai sulitnya mendapat akses pekerjaan dan internet.
"Kami berjalan ke NTT, kami bertemu ke sana, 'Pak Ganjar kenapa kami gak mudah dapat akses pekerjaan? Kenapa kami kesulitan mendapat akses internet padahal untuk belajar'. Ini menjadi catatan bagi kami," pungkas Ganjar.