
ILUSTRASI: Pelajar kembali ke sekolah (pinterest)
JawaPos.com - Sejumlah orang tua mengeluhkan data anak mereka diduga digunakan untuk pendaftaran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tanpa sepengetahuan keluarga. Keluhan itu ramai dibagikan di media sosial Threads setelah beberapa orang menemukan nama anaknya tercatat sebagai peserta didik di sekolah yang tidak pernah ditempati.
Unggahan tersebut memicu kekhawatiran warganet mengenai keamanan data peserta didik dan proses pendataan di satuan pendidikan. Banyak orang tua mengaku baru mengetahui kondisi tersebut setelah memeriksa data anak di situ resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Salah satu akun Threads, @lellyndani, mengaku mengetahui persoalan itu setelah membaca unggahan pengguna lain yang mengalami hal serupa.
"Barusan ada thread lewat, katanya data anaknya dipakai daftar Dapodik tanpa sepengetahuan. Pas aku cek data anakku, ternyata anakku juga sudah terdaftar Dapodik di sekolah yang enggak dia tempati," tulisnya, dikutip Rabu (5/8).
Ia menceritakan, anaknya sebelumnya pernah belajar mengaji di sebuah TPQ yang berada dalam satu bangunan dengan Raudhatul Athfal (RA). Saat itu, pihak TPQ meminta fotokopi Kartu Keluarga (KK) sehingga ia memberikannya.
Setelah menanyakan hal tersebut kepada guru mengaji, ia mendapat penjelasan bahwa TPQ memang mendaftarkan data muridnya ke Dapodik. Namun, ia mempertanyakan apakah praktik tersebut memang diperbolehkan.
Sebab saat ini, anaknya telah bersekolah di TK A. Namun, data pada Dapodik masih tercatat di sekolah lain yang tidak pernah diikuti anaknya.
Baca Juga:Jika Anda Ingin Berusaha Menyampaikan Kebenaran yang Sulit, Lakukan 7 Langkah Ini agar Lebih Mudah
Keluhan serupa disampaikan akun Threads @alwyanipb. Ia mengatakan anaknya juga tercatat di sekolah yang berbeda dari tempat belajar saat ini.
Dalam unggahannya, ia membagikan langkah yang dilakukan setelah mengetahui nama anaknya terdaftar di sekolah lain. Pertama, orang tua diminta mencari informasi mengenai sekolah atau lembaga pendidikan yang tercantum dalam data tersebut, kemudian menghubungi pihak pengelola untuk meminta data anak dikeluarkan apabila memang tidak pernah bersekolah di sana.
Jika ingin lebih praktis, ia menyarankan orang tua segera menghubungi guru atau pihak sekolah tempat anak saat ini bersekolah agar pihak sekolah membantu proses perbaikan data melalui mekanisme yang berlaku.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
