Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Agustus 2025, 05.58 WIB

Adaptasi Sistem Pendidikan Finlandia, Playing Based Method Efektif Membuat Anak Belajar sambil Bermain

Dari kiri, Principal Lillipods Preeschool Astrid Triandini, CEO HEI Schools and Lillipods HQ Representative Inkeri Aimonen, dan Co-Founder and Academic Advisor of Lillipods Indonesia Arthalia Larsen. - Image

Dari kiri, Principal Lillipods Preeschool Astrid Triandini, CEO HEI Schools and Lillipods HQ Representative Inkeri Aimonen, dan Co-Founder and Academic Advisor of Lillipods Indonesia Arthalia Larsen.

JawaPos.com-Finlandia telah lama dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan paling maju di dunia. Karena itulah tidak heran jika sistem pengajaran dari negara di kawasan Skandinavia tersebut banyak diadaptasi oleh berbagai negara, termasuk di Indonesia. Pertanyaannya adalah, apakah sistem pendidikan Finlandia cocok dan bisa diterapkan di Indonesia? Terutama pendidikan untuk anak-anak usia dini, yang menjadi fondasi dalam pendidikan. 

Pertanyaan tersebut dijawab dalam sebuah diskusi panel bertema Bringing The Right to a Safe and Playful Childhood di Lillipods Preschool yang berlokasi di The Icon, BSD, Tangerang pada Selasa (19/8). CEO HEI Schools and Lillipods HQ Representative Inkeri Aimonen yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi itu menerangkan bahwa pihaknya tidak berusaha membawa Finlandia ke Indonesia, melainkan hanya ide dan kurikulumnya.

’’Kurikulum dan ide yang dibawa dari Finlandia tentu saja disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, karena tentu tanpa adaptasi, sistem yang kami bawa tidak akan berhasil di Indonesia,’’ urai perempuan asal Finlandia itu dalam diskusi yang dipandu oleh Principal Lillipods Preeschool Astrid Triandini tersebut.

Aimonen menambahkan, salah satu hal yang ditekankan dalam metode pendidikan Finlandia saat diterapkan di Indonesia adalah pengajaran tetap akan dilakukan dengan Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa ibu anak-anak Indonesia. Tujuannya adalah agar anak tidak melupakan akarnya, dan tetap bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Dia menerangkan, sistem pendidikan ala Finlandia menekankan bahwa belajar adalah sesuatu yang natural. Dalam penerapannya pada pendidikan usia dini, anak akan diajak untuk belajar sembari bermain. Ketika anak sedang bermain itulah, secara alamiah mereka akan belajar.

Menurutnya, dalam kesuksesan pendidikan anak, ada dua faktor pendukung yang sangat menentukan, yaitu guru dan orang tua. Dia mengatakan, di sekolah, guru bukanlah hakim, melainkan pemandu pengajaran. Karena itulah, diperlukan guru yang passionate dan peduli kepada anak-anak didiknya. ’’Untuk mendapatkan guru yang berkualitas, maka diperlukan pelatihan, pengajaran, dan selalu memotivasi mereka. Mau tidak mau, kita harus berinvestasi pada pendidikan para guru,’’ terang dia.

Faktor berikutnya yang tak kalah penting adalah peran orang tua. Aimonen menuturkan, pihak sekolah harus selalu berkomunikasi secara intens dengan wali murid. Sebaliknya, orang tua pun harus memberikan informasi tentang anak didik kepada pihak sekolah. Hal itu diperliukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang anak didik, sehingga bisa memberikan treatment yang diperlukan bagi anak didik.

Senada dengan Aimonen, Co-Founder and Academic Advisor of Lillipods Indonesia Arthalia Larsen menerangkan, bahwa playing based method adalah cara terbaik bagi anak untuk belajar.  ’’Dalam bermain anak bisa belajar berbagai hal. Kita bisa belajar dari Finlandia. Terbukti efektif untuk pengajaran anak usia dini. Efisien dan fun untuk anak-anak,’’ paparnya.

Dia menyatakan, dengan dibalut dalam permainan, anak-anak akan belajar dengan merdeka. Dengan begitu, pelajaran tidak lagi menjadi suatu hal yang menakutkan. Sebaliknya bisa membangkitkan minat dan rasa tertarik dalam diri anak untuk selalu belajar.

Lalu, kenapa kurikulum pendidikan dari Finlandia yang dipilih? lebih jauh lagi, dia menerangkan bahwa kurikulum ala Finlandia mampu menjawab kebingungan antara bermain dan tujuan akademis yang ingin diraih.

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah anak-anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di sekolah yang mengadopsi kurikulum Finlandia harus meneruskan ke sekolah yang menerapkan kurikulum serupa? ’’Sebenernya, tidak harus. Untuk sekolah lanjutannya bisa ke mana saja, karena kami mendidik anak-anak usia dini untuk mampu beradaptasi. Termasuk dengan sekolah mereka selanjutnya,’’ jawab Arthalia.     

Sementara itu, diskusi itu sendiri digelar bersamaan dengan peluncuran resmi Lillipods Preschool at The Icon BSD, sebuah jaringan pendidikan anak usia dini (PAUD) global yang berbasis kurikulum pedagogi Finlandia.

Sekolah PAUD dan TK Plus itu sendiri menerima peserta didik dari usia 2 hingga 6 tahun. Mereka mengimplementasikan konsep bermain dalam mengajarkan enam mata pelajaran esensial yang disesuaikan dengan sistem pendidikan di Indonesia, sehingga dapat mendukung kesiapan anak di jenjang pendidikan formal selanjutnya.

Enam mata pelajaran itu adalah: bahasa, angka, ilmu pengetahuan dan lingkungan, seni dan budaya, olahraga, pelatihan skill sosial dan emosional. Program komprehensif ini mencakup Preschool, After School Care,dan Care Club dengan jam operasional hingga pukul 18.00. "Kami memahami tantangan orang tua yang bekerja, sehingga menyediakan fleksibilitas, dan akses ke sekolah anak usia dini yang berkualitas unggul,’’ ujar Co-Founder and Business Director Lillipods Indonesia. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore