
Jumpa pers SDG Innovation Accelerator 2025 di Jakarta, Kamis (31/7) malam. (Rian Alfianto/com)
JawaPos.com - Tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan eksploitasi sumber daya terus mendesak berbagai sektor untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan perubahan nyata.
Sektor swasta, selama ini kerap dikritik sebagai kontributor krisis lingkungan dan sosial, kini mulai mendorong pergeseran paradigma. Salah satu bentuknya terlihat dalam gelaran SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2025, yang mempertemukan 90 inovator muda dari 19 perusahaan dalam satu panggung kolaborasi.
Diselenggarakan oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), program ini digadang bukan sekadar ajang pamer inovasi, tapi juga menjadi cermin bagaimana dunia usaha dipaksa beradaptasi dengan tekanan lingkungan global.
Selama delapan bulan, 23 tim peserta mengembangkan solusi konkret untuk isu-isu seperti pengelolaan limbah industri, efisiensi energi, inklusi ekonomi, hingga ketahanan pangan, area-area yang kini tak bisa lagi diabaikan oleh dunia bisnis.
“Perubahan iklim dan krisis keberlanjutan bukan sesuatu yang bisa ditunda. Dan generasi muda di sektor swasta kini bergerak lebih cepat dari para pemimpinnya,” kata Josephine Satyono, Direktur Eksekutif IGCN di Jakarta, Kamis (31/7) malam kemarin.
Ia menyebut program ini sebagai bentuk tekanan internal yang datang dari kalangan profesional muda terhadap korporasi agar tak hanya berbicara soal profit, tapi juga dampak sosial dan lingkungan.
Dalam puncak acara di Auditorium BRIN, Kamis (31/07), peserta mempresentasikan solusi mereka kepada regulator, akademisi, dan pelaku industri.
Beberapa solusi menyoroti kebutuhan sistemik akan perubahan, seperti desain ulang rantai pasok agar lebih transparan dan ramah lingkungan, serta integrasi prinsip keadilan sosial dalam strategi bisnis.
Namun lebih dari itu, forum ini juga menjadi ruang evaluasi: sejauh mana perusahaan benar-benar membuka ruang bagi inovasi berdampak, atau sekadar menjadikan keberlanjutan sebagai citra belaka.
Leonardo A. A. Teguh Sambodo dari Kementerian PPN/Bappenas menilai, inisiatif seperti ini dapat mendorong dialog antar sektor yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
“Kolaborasi ini bisa menjadi pijakan untuk membangun ekosistem bisnis yang tak hanya mencari efisiensi, tapi juga etis secara sosial dan ekologis,” ujarnya.
Kritik terhadap lambannya respon sektor swasta terhadap agenda SDGs memang terus mengemuka. Banyak perusahaan dituding hanya menggunakan label 'berkelanjutan' untuk strategi pemasaran, bukan sebagai orientasi utama bisnis.
Program seperti SDG Innovation Accelerator memberi secercah harapan bahwa perubahan bisa dimulai dari dalam, lewat generasi profesional muda yang tak lagi puas menjadi penonton.
Hendrian dari BRIN menggarisbawahi pentingnya riset dan pendekatan berbasis sains dalam menjawab krisis global. Menurutnya, sektor swasta tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan data, teknologi, dan pengetahuan yang kuat. “Inovasi yang tidak didasarkan pada sains hanya akan jadi jargon,” tegasnya.
Pada akhirnya, enam tim terbaik dipilih untuk mewakili Indonesia dalam forum global di New York. Namun yang lebih penting dari gelar juara adalah pesan yang disuarakan: bahwa dunia usaha tak punya banyak waktu lagi untuk berubah, dan tekanan untuk itu kini datang dari dalam, bukan dari luar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
