Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 14.57 WIB

Lebih Aman untuk Kendaraan Listrik, Ilmuwan Korea Ciptakan Baterai yang Tahan Api dan Berumur Panjang

Ilustrasi: Baterai kendaraan listrik. (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

Ilustrasi: Baterai kendaraan listrik. (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Selain ketakutan akan jarak tempuh, salah satu yang masih jadi kekhawatiran pemilik kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) adalah mengenai kekuatan baterainya. Kuat dalam arti, tidak membawa ancaman bagi pemiliknya mengingat dalam banyak kasus memperlihatkan baterai EV meledak dan terbakar.
 
Ditambah lagi, baterai EV khususnya mobil yang berukuran lebih besar, sangat sulit untuk dipadamkan jika pada akhirnya terbakar. Oleh karena itu, kini banyak ilmuwan berusaha untuk menciptakan baterai EV yang tidak hanya kuat, tapi juga tahan api dan bisa digunakan untuk waktu yang lama.
 
Baru-baru ini, sebuah tim ilmuwan dari Institut Sains dan Teknologi Daegu Gyeongbuk (DGIST) di Korea menciptakan baterai logam litium inovatif yang memiliki "elektrolit polimer padat tiga lapis." Baterai ini memiliki kemampuan untuk memadamkan api secara mandiri, dan mempertahankan kinerja yang kuat bahkan setelah banyak siklus pengisian daya.
 
 
Melansir Carscoops, dalam baterai elektrolit polimer padat tradisional, litium dapat membentuk struktur kecil seperti pohon yang disebut dendrit selama pengisian dan pengosongan daya. Meskipun namanya mungkin terdengar tidak berbahaya, dendrit dapat merusak sambungan internal dalam baterai, sehingga meningkatkan risiko kebakaran dan ledakan secara signifikan. 
 
Tantangan yang sudah berlangsung lama ini telah mempersulit upaya memaksimalkan potensi baterai logam litium, bahkan hingga saat ini.
 
Dalam studi yang ditinjau sejawat yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Small, tim DGIST merinci struktur elektrolit tiga lapis inovatif yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kinerja baterai. 
 
Desain cerdas ini mencakup lapisan luar yang lembut yang memastikan kontak yang baik dengan elektroda, sementara lapisan tengah yang kuat meningkatkan integritas struktural baterai.
 
Elektrolit tersebut semakin diperkuat dengan zat pemadam api (decabromodiphenyl ethane), konsentrasi garam litium yang tinggi, dan zeolit, yang memperkuat keseluruhan kekuatannya. Meskipun spesifikasinya mungkin terdengar sangat teknis, hasilnya adalah baterai yang lebih aman dan lebih andal.
 
 
Inovasi ini tidak berhenti pada keselamatan kebakaran. Menurut tim di balik pengembangannya, termasuk peneliti utama Dr. Kim Jae-Hyun, desain baterai ini memiliki daya tahan yang luar biasa, dengan mempertahankan sekitar 87,9% kinerjanya setelah 1.000 siklus pengisian dan pengosongan daya. 
 
Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan sebagian besar baterai saat ini, yang biasanya kehilangan 20–30 % kapasitasnya dalam jumlah siklus yang sama.
 
Untuk memperjelasnya, secara teori, kendaraan listrik dengan jangkauan 480 km yang menggunakan baterai baru ini akan tetap mempertahankan 87,9% kapasitasnya, menyediakan jangkauan lebih dari 418 km, bahkan setelah menempuh jarak 482 ribu km lebih.
 
Selain itu, para peneliti melaporkan bahwa baterai dapat padam sendiri jika terjadi kebakaran. Kombinasi unik antara daya tahan dan keamanan ini berpotensi memberikan dampak besar pada industri baterai.
 
Peneliti utama Dr. Kim Jae-Hyun menjelaskan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap komersialisasi baterai logam litium menggunakan elektrolit (polimer padat), sekaligus memberikan stabilitas dan efisiensi yang lebih baik pada perangkat penyimpanan energi 
 
"Secara lebih sederhana, teknologi ini dapat menghasilkan baterai yang lebih aman dan tahan lama untuk berbagai aplikasi," kata Dr. Kim menjelaskan rancangannya.
 
Meskipun kendaraan listrik merupakan contoh penggunaan teknologi ini yang jelas, aplikasinya jauh lebih luas. Baterai canggih ini dapat digunakan dalam berbagai hal, mulai dari telepon pintar dan perangkat yang dapat dikenakan hingga sistem penyimpanan energi berskala besar. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore