Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 03.00 WIB

Neta akan Tindak Tegas Pihak yang Sebarkan Rumor Perusahaan Kolaps

Mobil listrik Mobil Listrik Neta V-II saat melintas di jalur layang MBZ (Dok. JawaPos.com) - Image

Mobil listrik Mobil Listrik Neta V-II saat melintas di jalur layang MBZ (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Beredar rumor mengenai produsen mobil Tiongkok, Neta, mengalami gangguan mendadak. Perusahaan pun menanggapinya secara serius dan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang menyebarkan rumor tersebut.
 
Seperti dilansir dari Car News China, Selasa (7/1), rumor tersebut bermula dari situs Neta yang sempat down dengan tulisan sedang dalam perbaikan. Namun, saat ini telah diperbaiki dan beroperasi seperti biasa.
 
Di samping itu, terdapat sejumlah cerita mengenai masalah Neta sepanjang 2024. Awalnya, masalah ini berpusat di sekitar pabrik Nanning, yang tampaknya telah menghentikan produksi pada Februari.
 
Bahkan, media Tiongkok menyebutkan bahwa pabrik utama jenama tersebut di Tongxiang, Zhejiang, juga telah menghentikan produksi selama setengah bulan. Semua ini juga disertai dengan cerita tentang PHK staf, dan Neta berhenti menerbitkan angka penjualan. 
 
Tak hanya itu, pada awal Desember, Zhang Yong (Daniel Zhang) juga digantikan sebagai CEO oleh pendiri perusahaan, Fang Yunzhou. Meski begitu, Zhang disebut tetap menjadi konsultan bagi perusahaan.
 
Dalam surat internal, Fang dengan jujur ​​mengakui kesulitan yang dihadapi perusahaan saat ini sambil meninjau sejarah kewirausahaan perusahaan selama 10 tahun. Yang lebih penting, ia menyusun rencana pemulihan bagi perusahaan yang sedang berjuang.
 
Salah satunya menggunakan taktik yang semakin umum bagi produsen di Tiongkok, yakni mencari cara ke luar negeri sebagai cara untuk menghindari persaingan harga yang merajalela di pasar domestik.
 
Sasaran dalam dua hingga tiga tahun ke depan adalah setengah dari penjualan akan dilakukan di pasar domestik dan setengahnya lagi di pasar global. Untuk mencapainya, perusahaan menekankan penciptaan model terlaris global.
 
Menurut orang dalam perusahaan, Zhang telah mengabaikan permintaan pasar untuk fokus membangun mobil yang diinginkannya. Strategi Fang tampaknya mengatur ulang hal ini untuk meningkatkan profitabilitas.
 
Dalam surat tersebut, ia mengatakan bahwa perusahaan akan fokus pada produk yang sesuai dengan ekspektasi pasar dan memiliki margin laba kotor yang positif. Fang mengklaim bahwa margin laba kotor pada 2025 akan berubah positif dan perusahaan akan menguntungkan secara keseluruhan pada 2026.
 
Sementara itu, perusahaan induk merek ini, Hozon Auto, akan melanjutkan IPO-nya di Bursa Efek Hong Kong. Hozon Auto pun telah menerima kode untuk saham tersebut.
 
Sebagai informasi, Neta telah memasuki beberapa pasar di Asia Tengah, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika Selatan. Selain itu, perusahaan tersebut telah membuka pabrik di Thailand dan Indonesia. 
 
Merek tersebut juga mengindikasikan ingin memasuki pasar Eropa dan Australia. Namun, status terkini dari rencana tersebut belum diketahui.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore