Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2025, 05.30 WIB

Melemahnya Permintaan Pasar Lokal, Mobil Listrik Premium Baru Tiongkok Tampaknya Akan Lebih Sedikit Dibanding 2024

Xpeng. (ceoworld.biz) - Image

Xpeng. (ceoworld.biz)

JawaPos.com - Kendaraan listrik (EV) premium baru yang diluncurkan produsen asal Tiongkok pada 2025 tampaknya akan lebih sedikit dibanding 2024. Sebab, permintaan di pasar lokal semakin melemah.
 
Padahal hampir sepanjang tahun lalu, produsen mobil besar di Tiongkok berlomba-lomba meluncurkan kendaraan listrik premium baru yang inovatif.
 
Seperti dilansir dari Carscoops, kendaraan listrik mewah Tiongkok biasanya dibanderol dengan harga lebih dari 300.000 yuan (sekitar Rp 665,1 juta). Sejumlah produsen mobil pun bersaing di segmen ini, seperti Xpeng, Nio, Li Auto, Zeekr, dan BYD. 
 
 
Semua merek ini memproduksi model yang menarik, tetapi dengan segmen yang kecil. Akibatnya, potensi untuk tumbuh sangat terbatas. 
 
Pendiri CnEVPost, Phate Zhang, yakin hal ini akan memaksa perusahaan untuk memperlambat peluncuran model premium baru.
 
"Saya pikir produsen mobil akan memperlambat peluncuran model premium baru pada tahun 2025 dan fokus pada peningkatan model yang sudah ada," kata Zhang. 
 
"Segmen pasar ini tidak mudah untuk diperluas. Ditambah dengan perlambatan keseluruhan di pasar kendaraan listrik, penjualan model kendaraan listrik kelas atas menghadapi tantangan yang cukup besar tahun ini,” imbuh dia.
 
 
Pada 2024, kendaraan di segmen kendaraan listrik premium di Tiongkok menyumbang sekitar 10 persen dari total kendaraan listrik yang terjual selama 11 bulan pertama. Meskipun penjualan model-model ini telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ini mulai melambat.
 
Perang harga yang sedang berlangsung juga mempersulit penawaran baru untuk memasuki pasar dan membuktikan daya saingnya.
 
“Hanya sedikit perusahaan yang berhasil memasuki pasar premium, sementara sebagian besar lainnya menderita penjualan yang lemah dan kerugian investasi yang besar,” kata peneliti Institut Teknologi Energi Baru Jiangxi, Zhang Xiang. 
 
 
Beberapa merek lokal pun mulai merasakan dampak dari melambatnya pertumbuhan penjualan pada 2024. Agustus lalu, Human Horizons mengajukan kebangkrutan, setelah menjual kurang dari 8.000 model EV premiumnya pada tahun 2023. Sementara pada Desember, merek EV Jiyue milik Geely berada di ambang kehancuran. 
 
Meskipun pertumbuhannya melambat, pasar EV Tiongkok diperkirakan tetap akan membengkak secara signifikan pada tahun ini. Bahkan, penjualan kendaraan energi baru yang meliputi BEV, PHEV, dan FCEV dapat meningkat sebesar 28 persen dan mencapai 15,78 juta penjualan.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore