
All New Honda Brio Satya
JawaPos.com-Segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih menjadi primadona di pasar otomotif Indonesia. Segmen tersebut termasuk salah satu penyumbang terbesar penjualan mobil di Tanah Air setiap bulan. Contohnya pada Oktober dan November 2024.
Dalam dua bulan tersebut, pada tiga besar daftar mobil terlaris setiap bulannya menurut data wholesales dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), posisi kedua selalu ditempati Honda Brio dan posisi ketiga bergantian diduduki Daihatsu Sigra pada Oktober serta Toyota Calya pada November. Ketiganya merupakan pemain di segmen LCGC.
Khusus Honda Brio, mobil ini sudah mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia sejak pertama kali diperkenalkan pada 2012. Mayoritas penggunanya adalah generasi muda. Bodi kecil dan konsumsi bahan bakar irit menjadi alasan mengapa Brio cocok bagi kaum urban muda untuk dipakai berkendara sehari-hari di lalu lintas perkotaan yang padat.
Saat ini Brio sudah memasuki generasi kedua. Terdapat dua kategori pada Brio, yaitu Brio Satya yang merupakan LCGC dan Brio RS yang bukan termasuk kategori LCGC. Setiap bulan, Brio Satya hampir selalu membukukan angka wholesales yang lebih tinggi dari Brio RS.
Ambil contoh November 2024. Brio Satya mencatat angka 3.943 unit, sedangkan Brio RS 595 unit. Setali tiga uang dengan bulan Oktober 2024, Brio Satya membukukan angka 3.741 unit, sedangkan Brio RS 643 unit.
Tenaga Mesin Besar
Brio Satya terdiri dari tiga tipe, yaitu S M/T, E M/T, dan E CVT. Ketiganya dipersenjatai mesin yang sama, yaitu 1200cc berteknologi i-VTEC yang menghasilkan tenaga 89 Daya Kuda (DK). Tenaga mesin itu menjadi yang terbesar di kelasnya. Untuk transmisinya, tipe S hanya terdapat manual 5 percepatan. Sementara pada tipe E, selain manual 5 percepatan, ada tambahan opsi transmisi CVT.
Perbedaan Brio Satya S dan E bisa dilihat dari velgnya. Walaupun sama-sama berukuran 14 inci, tipe S masih menggunakan velg kaleng yang ditutup dop, sedangkan tipe E sudah memakai velg alloy dengan dua warna. Pada bagian kaca belakang, lagi-lagi juga terlihat perbedaannya. Tipe S belum mendapat wiper belakang, sedangkan tipe E sudah.
Fitur Komplit dan Irit
Masuk ke interior, keduanya sama-sama terkesan mewah karena sudah mendapat AC digital dan Head Unit monitor. Fitur keselamatan juga tidak dibedakan, karena sama-sama mendapat rem ABS dan dua buah airbag.
Konsumsi bahan bakar Brio Satya tergolong irit. Dari tes yang telah dilakukan, mobil ini mampu menembus angka 20 km/liter untuk rute tol, tepatnya 22,6 km/liter. Sedangkan jika berkendara di dalam kota seperti halnya mayoritas pemakaian pengguna Brio, mobil ini mencatat 16,9 km/liter hingga 18,1 km/liter.
Harga Terjangkau
Harga juga menjadi faktor penting mengapa Brio Satya menjadi salah satu mobil terlaris di Indonesia. Ketiga tipenya dibanderol dengan harga terjangkau, yaitu di bawah Rp 200 juta. Berikut rincian harga Honda Brio Satya:
Satya S M/T: Rp 167, 9 juta (harga OTR)
Satya E M/T: Rp 182, 8 juta (harga OTR)
