Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 09.00 WIB

Jangan Nekat Mudik! Ini 7 Tanda Ban Mobil Kamu Sudah Harus Diganti sebelum Perjalanan Jauh

Ilustrasi ban mobil (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi ban mobil (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Mudik dengan mobil pribadi memang terasa lebih nyaman dan fleksibel. Namun sebelum berangkat, kamu perlu memastikan kondisi kendaraan benar-benar aman, terutama bagian ban yang menjadi satu-satunya komponen mobil yang langsung bersentuhan dengan jalan.

Banyak orang hanya memeriksa tekanan angin ban sebelum perjalanan jauh. Padahal, ada sejumlah tanda penting yang menunjukkan ban mobil sebenarnya sudah tidak layak pakai dan perlu diganti agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.

Berikut 7 tanda ban mobil kamu sudah harus diganti sebelum perjalanan jauh seperti dirangkum dari laman Ibid Astra!

1. Tapak Ban Sudah Sejajar dengan TWI

Salah satu tanda paling jelas ban perlu diganti adalah ketika tapaknya sudah sejajar dengan Tread Wear Indicator (TWI) atau batas keausan ban. TWI biasanya berupa tonjolan kecil di sela-sela alur ban. Jika permukaan tapak ban sudah rata dengan tanda tersebut, artinya daya cengkeram ban sudah sangat berkurang dan berisiko selip, terutama saat jalan basah.

2. Ketebalan Tapak Ban Kurang dari 1,6 mm

Standar keselamatan umumnya menyebutkan bahwa ketebalan tapak ban minimal adalah sekitar 1,6 mm. Jika sudah lebih tipis dari itu, ban akan kesulitan membuang air saat melewati jalan basah sehingga meningkatkan risiko aquaplaning atau kehilangan traksi.

3. Muncul Retakan di Dinding Samping atau Permukaan Ban

Retakan kecil di sisi ban atau di permukaan tapak sering dianggap sepele. Padahal kondisi ini menandakan karet ban sudah mulai getas atau menua. Jika dibiarkan, retakan bisa melebar dan meningkatkan risiko ban bocor atau bahkan pecah saat mobil melaju.

4. Mobil Terasa Limbung atau Sulit Dikendalikan

Jika mobil terasa tidak stabil, limbung saat bermanuver, atau muncul getaran berlebih terutama pada kecepatan tinggi, bisa jadi kondisi ban sudah tidak optimal. Ban yang aus atau tidak merata dapat memengaruhi kestabilan kendaraan di jalan.

5. Ban Terasa Keras dan Tidak Elastis

Ban yang masih bagus biasanya terasa cukup elastis karena karet masih lentur. Namun jika ban sudah tua, permukaannya akan terasa lebih keras. Kondisi ini membuat ban tidak mampu menyerap getaran dengan baik dan daya cengkeramnya pun menurun.

6. Warna Ban Berubah Menjadi Keabu-abuan

Perubahan warna ban dari hitam pekat menjadi keabu-abuan bisa menjadi tanda bahwa kualitas karet mulai menurun. Biasanya hal ini terjadi karena usia ban yang sudah lama atau sering terpapar panas dan sinar matahari.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore