Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Maret 2026, 23.02 WIB

Nokia Perluas Aliansi dengan TIM Brasil dan Deutsche Telekom untuk Percepat Jaringan 5G Berbasis AI di Pasar Global

Perusahaan Nokia memperluas kemitraan strategis dengan TIM Brasil dan Deutsche Telekom (Reuters) - Image

Perusahaan Nokia memperluas kemitraan strategis dengan TIM Brasil dan Deutsche Telekom (Reuters)

JawaPos.com - Nokia memperluas kemitraan strategis dengan TIM Brasil dan Deutsche Telekom untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI) di pasar global. Langkah ini memperkuat strategi perusahaan Finlandia tersebut dalam menangkap pertumbuhan dari integrasi AI ke infrastruktur telekomunikasi.

Melansir dari Reuters, Selasa (3/3/2026), perluasan kerja sama tersebut dilakukan di tengah meningkatnya adopsi teknologi berbasis AI secara global. Kesepakatan ini menyusul kontrak multi-tahun yang diumumkan pekan lalu dengan Telefonica untuk menyediakan solusi jaringan pusat data di Spanyol. Reuters menegaskan bahwa rangkaian kontrak tersebut "menyoroti bagaimana teknologi pendukung kecerdasan buatan menciptakan aliran pendapatan baru bagi Nokia."

Di Brasil, kerja sama yang sebelumnya mencakup modernisasi 5G dan persiapan layanan berbasis AI di São Paulo kini diperluas ke 14 negara bagian di empat wilayah. Ekspansi ini menjangkau sekitar 42 persen populasi Brasil dan memungkinkan TIM Brasil menawarkan layanan berbasis AI kepada pelanggan korporasi melalui platform jaringan akses radio berbasis AI dari Nvidia.

Sementara itu, Nokia dan Deutsche Telekom memperluas kolaborasi untuk mengembangkan teknologi jaringan akses radio berbasis komputasi awan yang sejak awal dirancang untuk mendukung AI. Dalam pernyataan bersama, keduanya menyebut kerja sama ini akan "meletakkan fondasi bagi jaringan seluler yang dapat diprogram dan diotomatisasi, yang lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih optimal untuk kebutuhan konektivitas masa depan."

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Pallavi Mahajan, Chief Technology and AI Officer Nokia. Dalam siaran pers resmi yang dirilis pada Senin (3/3), dia menyatakan, "AI-native RAN merupakan perubahan mendasar dalam cara jaringan dibangun dan dioperasikan." Dia menambahkan bahwa perluasan kolaborasi dengan Deutsche Telekom akan mempercepat pengembangan jaringan yang lebih otonom dan fleksibel.

Sejalan dengan itu, Deutsche Telekom menilai integrasi AI dalam jaringan akses radio sebagai langkah strategis menuju arsitektur yang dapat diprogram dan mendukung fleksibilitas multi-vendor dalam skala besar.

Secara industri, langkah ini mencerminkan perlombaan global operator untuk meningkatkan jaringan 5G agar mampu menopang adopsi AI yang lebih luas. Situasi tersebut membuka pasar baru bagi pemasok peralatan seperti Nokia dan Ericsson, khususnya dalam solusi jaringan pusat data dan layanan komputasi berintensitas tinggi.

Ekspansi ini juga menjadi bagian dari restrukturisasi Nokia dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, perusahaan asal Finlandia itu mengakuisisi Infinera, perusahaan jaringan optik Amerika Serikat, untuk menangkap peluang pertumbuhan dari lonjakan AI. Setelah itu, Nvidia menginvestasikan 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,86 triliun dengan kurs Rp 16.860 per dolar AS, dan mengambil 2,9 persen saham Nokia.

Dengan memperluas aliansi di Amerika Latin dan Eropa, Nokia semakin menegaskan fokusnya pada jaringan berbasis AI sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah tekanan pada bisnis 5G konvensional. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore