Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 20.10 WIB

Belajar dari Kecelakaan Tol Cipularang, 6 Tips Berkendara Aman di Jalan Tol Agar Selamat Sampai Tujuan

PT Jasa Marga (Persero) mempercepat proses evakuasi kecelakaan beruntun di ruas Tol Cipularang. Pihaknya memastikan dua lajur sudah bisa dilewati kendaraan. (Istimewa) - Image

PT Jasa Marga (Persero) mempercepat proses evakuasi kecelakaan beruntun di ruas Tol Cipularang. Pihaknya memastikan dua lajur sudah bisa dilewati kendaraan. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Pada Minggu (5/1), kecelakaan beruntun terjadi di KM 97+200 ruas Tol Cipularang arah Bandung. Kejadian itu melibatkan enam kendaraan yang terdiri atas satu truk, tiga mobil pribadi, dan dua bus.

Kecelakaan beruntun ini diduga terjadi karena truk yang tidak kuat menanjak dan kemudian mundur menghantam kendaraan di belakangnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Kecelakaan lalu lintas di jalan tol akhir-akhir ini semakin sering terjadi. Berkendara di jalan tol tidak semudah yang dikira. Banyak orang yang sering lalai dan meremehkan standar keselamatan saat berkendara di jalan tol.

Orang-orang tersebut merasa jalan tol jauh lebih aman dan mudah untuk berkendara karena lebih sepi dari jalan biasa. padahal kelalaian tersebut sering kali menjadi alasan utama terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan tol. Dirangkum dari YouTube Tollroad Indonesia, berikut merupakan tips berkendara di jalan tol dengan aman.

  1. Cek Kelayakan Kendaraan Sebelum Berangkat

Salah satu hal penting yang kerap kali dilupakan para pengendara adalah mengecek kelayakan kendaraannya sebelum berangkat. Hal ini sangat penting, karena kendaraan dengan kondisi yang tidak fit sangat berpotensi untuk mengalami masalah saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

  1. Perhatikan Batas Kecepatan

Menurut Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 tentang jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, batas kecepatan berkendara di jalan tol adalah 60 km/jam hingga 100 km/jam, sesuai rambu yang terpasang. Saat berkendara di jalan tol patuhilah aturan mengenai batas kecepatan tersebut.

Situasi tol sepi, banyak pengendara yang memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan tersebut. Hal ini cukup berbahaya karena semakin cepat kendaraan melaju, maka semakin sulit kendaraan tersebut dikendalikan.

  1. Perhatikan Pemilihan Jalur

Jalur kanan pada jalan tol hanya digunakan untuk mendahului. Hal ini penting untuk diketahui, karena sering kali ditemui mobil dengan kecepatan sedang atau bahkan rendah berada di jalur kanan. Jika Anda ingin berkendara dengan kecepatan sedang, maka wajib hukumnya untuk menggunakan lajur tengah atau kiri.

  1. Gunakan Lampu Isyarat untuk Berpindah Jalur

Pengendara roda empat atau lebih wajib hukumnya untuk selalu menggunakan lampu isyarat ketika ingin berpindah jalur, baik di jalan biasa maupun tol. Hal ini dilakukan untuk memberikan tanda kepada pengendara di belakang agar mereka tahu kalau kita akan berpindah lajur.

Selain itu, sebelum berpindah lajur, para pengendara wajib hukumnya untuk melihat kaca spion. Pastikan tidak ada kendaraan di belakang dengan kecepatan tinggi yang berada di jalur tersebut.

  1. Selalu Jaga Jarak Aman

Jarak antar kendaraan yang ideal di jalan tol adalah sekitar 20 hingga 50 meter tergantung kecepatan berkendara. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita sangat penting, karena jarak yang terlalu dekat akan menyulitkan kita menghindar saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

  1. Bahu Jalan Hanya Digunakan untuk Keadaan Darurat

Ingat bahu jalan merupakan jalur yang diperuntukkan khusus untuk tempat berhenti darurat bagi kendaraan yang mengalami masalah. Menyalip melalui bahu jalan merupakan tindakan yang sangat berbahaya, baik bagi kendaraan yang mendahului atau yang didahului.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore