Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Juli 2022 | 01.34 WIB

Hasto: Dibanding Militer, Kampus Lebih Memiliki Peran Penting

istimewa - Image

istimewa

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran lebih penting dalam mewujudkan kepentingan nasional Indonesia, bahkan dibanding militer sekalipun. Hal itu menurutnya didasarkan pada teori geopolitik Bung Karno.

“Politik, sains dan teknologi, teritorial dan demografi menempati peran penting dan signifikan dibandingkan militer, koeksistensi damai, dan sumber daya alam,” kata Hasto saat memberi pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan Tahun 2022 yang dipusatkan di Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (17/7).

Hasto yang kini menyandang gelar doktor dari Universitas Pertahanan (Unhan) itu juga menjelaskan, variabel politik mencakup indikator ideologi, hukum dan diplomasi. Sedangkan variable sains dan teknologi mencakup indikator pendidikan, city of intellect dan pendidikan dasar.

Maka, lanjutnya, Perguruan Tinggi memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan bangsa. Semisal, Universitas Palangka Raya, harus dibangun atas cara pandang geopolitik. Dengan cara pandang ini, maka kultur, adat-istiadat, dan seluruh aspek geografis harus menjadi fokus pengembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi, melalui riset dan inovasi.

“Melalui pemahaman terhadap teritorial ini, seharusnya bisa dikembangkan seluruh keanekaragaman hayati yang ada di negeri ini termasuk juga kebudayaan masyarakat Kalimantan dapat dikembangkan atas cara pandang geopolitik,” urainya.

Selain itu, Hasto berharap, Perguruan tinggi harus terdepan di dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan manusia Indonesia. Di dalam pendidikan tinggi inilah merit system dikembangkan dalam penempatan jabatan strategis.

“Di universitas inilah mahasiswa memiliki hak sepenuhnya berekspresi bagi peningkatan penguasaan iptek dan sekaligus kepemimpinannya bagi masa depan,” tambahnya.

Sedangkan kebhinnekaan, lanjutnya, menjadi landasan tidak boleh adanya politik diskriminasi. "Hal ini juga terbukti di dalam sejarah, mengapa Jengis Khan mampu membangun imperium yang besar. Semua karena merit system,” tegas Hasto.

Tak terkecuali, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Singapura dan lain-lain, mampu membangun kemajuan karena bekerjanya merit sistem dan menempatkan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai pilar kemajuan terpenting.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore