
Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi KLB Sumut, Max Sopacua bersama Jubir Partai Demokrat versi KLB Sumut, Rahmad memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). Dalam
JawaPos.com–Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad menduga masih ada pihak-pihak yang belum ditangkap terkait kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang. Sebelumnya, kubu Moeldoko menyebut adanya dugaan keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas terhadap proyek yang menghabiskan dana Rp 2,5 triliun tersebut.
”Jika kasus Hambalang belum tuntas, masih ada yang mengganjal, masih ada yang patut menjadi tersangka, tentu sebaiknya dapat segera dituntaskan agar pembangunan proyek Hambalang itu bisa dilanjutkan pemerintahan Bapak Presiden Jokowi,” ujar Rahmad kepada wartawan, Sabtu (27/3).
Rahmad meminta kasus tersebut kembali dibuka lantaran proyek Wisma Atlet Hambalang itu menggunakan uang rakyat yang jumlahnya sangat besar, Rp 2,5 triliun.
”Bagaimanapun, kami harus bertanggung jawab kepada masyarakat Indonesia agar Hambalang yang menelan uang rakyat sekitar Rp 2,5 triliun itu tidak terbuang sia-sia,” kata Rahmad.
”Jika proyek Hambalang tidak dilanjutkan, Rp 2,5 triliun uang rakyat itu akan terbuang sia sia, terkubur di proyek mangkrak era Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu,” tambah Rahmad.
Rahmad mengatakan, kubu Moeldoko tidak ingin Wisma Atlet Hambalang tersebut hanya menjadi candi atau bangunan yang tidak terpakai. Sehingga hal itu harus menjadi perhatian aparat penegak hukum untuk melanjutkan kasus tersebut.
”Kami tidak ingin uang rakyat terbuang sia-sia. Kami tidak ingin proyek mangkrak itu berubah menjadi Candi Hambalang,” ungkap Rahmad.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua mengisyaratkan adanya dugaan keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.
”Pak Anas Urbaningrum dapat berapa, Ibas dapat berapa dan lain-lain dapat berapa itu panjang nantinya,” ujar Max.
Max mengatakan, masih ada pihak-pihak yang belum tersentuh hukum. Oleh sebab itu, dia berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menangkap orang tersebut.
Dia menyebut, berdasar kesaksian dari mantan Wakil Direktur PT Keuangan Permai Group Yulianis secara gamblang menyebutkan Ibas terlibat dalam kasus mega korupsi tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=96bzRM5Hc8I

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
