Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 18.29 WIB

5 Persoalan yang Menguji Indonesia pada Oktober 2026, dari Kabut Asap hingga Krisis BBM

Pekatnya kabut asap imbas kebakaran lahan menyelimuti kawasan Kabupaten Balangan. Tingkat polusi udara akibat karhutla tercatat mencapai status Sangat Tidak Sehat. (M Dirga/Radar Banjarmasin) - Image

Pekatnya kabut asap imbas kebakaran lahan menyelimuti kawasan Kabupaten Balangan. Tingkat polusi udara akibat karhutla tercatat mencapai status Sangat Tidak Sehat. (M Dirga/Radar Banjarmasin)

JawaPos.com - Indonesia menghadapi lima persoalan besar pada Oktober 2026. Mulai dari karhutla yang memicu kabut asap lintas negara, banjir bandang, hingga krisis listrik, air bersih, dan bahan bakar minyak (BBM).

Rentetan kejadian ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menguji kesiapan pemerintah dalam menjaga layanan dasar, menangani bencana, dan memastikan kebutuhan publik tetap terpenuhi.

Persoalan tersebut terjadi di sejumlah wilayah dengan karakteristik berbeda. Namun, dampaknya memiliki benang merah: kesehatan masyarakat terancam, infrastruktur terganggu, dan aktivitas ekonomi ikut tertekan. Berikut lima persoalan bangsa yang mencuat pada Oktober 2026.

1. Karhutla Belum tTeratasi, Kabut Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan kembali menjadi persoalan lingkungan yang dampaknya melampaui batas wilayah Indonesia. Kebakaran di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan, memicu penyebaran asap hingga Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Brunei.

Kualitas udara di sejumlah wilayah negara tetangga dilaporkan memburuk hingga masuk kategori tidak sehat sampai sangat tidak sehat. Lebih dari 100 sekolah di Sarawak dan Johor bahkan dilaporkan ditutup sementara. Kabut tebal juga sempat menyelimuti sejumlah kawasan di Malaysia, termasuk area sekitar Menara Kembar Petronas.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran vegetasi. Ketika asap menyebar lintas negara, dampaknya meluas ke kesehatan, pendidikan, transportasi, dan hubungan antarnegara.

Pemerintah Indonesia mengklaim telah mengerahkan lebih dari 50 pesawat dan puluhan ribu personel untuk menangani kebakaran. Operasi dilakukan melalui pemadaman dari udara atau water bombing serta modifikasi cuaca.

Namun, besarnya pengerahan personel dan peralatan juga menegaskan tantangan yang belum selesai: bagaimana mencegah kebakaran berulang dan memastikan penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah api meluas.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore