Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 06.56 WIB

Pakar Anak Soroti Viralnya Grup Facebook Fantasi Sedarah: Diamnya Orang Tua Justru Jadi Peluang Predator

Grup komunitas Fantasi Sedarah di Facebook yang bikin jagat maya heboh. (Facebook/Riana Siska Tambunan) - Image

Grup komunitas Fantasi Sedarah di Facebook yang bikin jagat maya heboh. (Facebook/Riana Siska Tambunan)

JawaPos.com–Masyarakat tengah dihebohkan dengan terbongkarnya sebuah grup Facebook bernama Fantasi Sedarah. Grup tersebut secara gamblang membicarakan fantasi para anggotanya terhadap keluarga kandung (inses).

Banyak warganet yang mengecam grup beranggotakan 30 ribu ribu pengguna Facebook itu. Kecaman itu salah satunya disampaikan Pakar Anak Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Holy Ichda.

Dia mengaku miris setelah mengetahui ada sebuah grup yang seharusnya menjadi wadah edukasi positif, malah menjadi wadah para predator seksual dan pelaku pedofilia. Menjijikan.

"Ini alarm bahaya. Sudah saatnya meninggalkan pola pikir lama bahwa isu seksual tabu untuk dibicarakan dalam keluarga. Justru karena terlalu lama bungkam, predator leluasa mencari celah," tutur Holy di Surabaya, Jumat (16/5).

Padahal, anak perlu tahu bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan mereka berhak mengatakan tidak, bahkan kepada orang dewasa. Edukasi seksual sejak dini inilah yang belum dilakukan oleh banyak orang tua.

“Sayangnya, banyak orang tua yang masih merasa canggung, takut, atau bahkan menolak berbicara soal ini. Padahal, ketidaktahuan justru membuat anak menjadi rentan. Kita tak bisa lagi menunda edukasi seksual sejak dini,” imbuh dia. 

Holy menekankan bahwa peran orang tua lebih dari penyedia sandang dan pangan, tetapi juga harus menjadi pendengar, sehingga anak  merasa nyaman bercerita, tanpa takut dimarahi, direndahkan, atau tidak dipercayai.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa anak korban kekerasan seksual kerap menunjukkan perubahan perilaku, seperti murung, mudah marah, takut bertemu orang tertentu, mengalami gangguan tidur, atau tiba-tiba menolak disentuh. 

“Perubahan ini seringkali diabaikan atau disalahartikan sebagai 'fase nakal' atau 'pubertas'. Padahal, bisa jadi itu bentuk trauma dan respon alami anak karena tidak tahu harus melakukan apa dan bagaimana,” tukas Holy.

Sebelumnya, seorang warganet mengunggah sebuah tangkapan layar berisi postingan akun Rieke Jr di dalam grup Facebook Fantasi Sedarah pada Selasa (13/5).

Dalam tangkapan layar tersebut, akun Rieke Jr. terlihat mengunggah sebuah pernyataan bahwa dirinya merupakan seorang ayah dan mengaku memiliki fantasi seksual terhadap putrinya sendiri yang masih berusia dua tahun.

Dalam unggahan di grup tersebut, dia juga menyertakan foto anak perempuannya. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore