
Kepala BPPT Hammam Riza (tiga dari kiri) bersama Menristek Bambang Brodjonegoro (empat dari kiri) saat peluncuran Mobile Laboratory BSL-2 Generasi II di Jakarta (24/8). Foto : Humas Kemenristek
JawaPos.com – Sekitar Juli lalu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Mobile Laboratory Bio Safety Level dua (BSL-2). Laboratorium bergerak ini difungsikan untuk melakukan tes swab dalam penanganan pasien Covid-19. Hari ini (24/8) BPPT meluncurkan Mobile Lab BSL-2 Generasi II dengan sejumlah upgrade fasilitas.
Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan sejumlah fasilitas baru yang terdapat pada laboratorium yang memanfaatkan kontainer itu. ’’Diantaranya aplikasi Pantau Covid-19 dan Aplikasi SIMBSL2 (Sistem Informasi Manajemen Operasi BSL02, Red),’’ kata Hammam di sela peringatan HUT BPPT ke-42 di Jakarta Senin (24/8).
Dia menjelaskan dengan aplikasi SIMBSL2 itu masyarakat bisa mendapatkan jadwal pelaksanaan swab dengan mudah. Kemudian juga mengetahui lokasi pelaksanaan swab. Seperti diketahui dengan kemampuan mobile-nya, laboratorium berbasis kendaraan itu bisa menggelar swab di mana saja.
Peningkatan fasilitas lainnya di Mobile Lab BSL-2 Generasi II itu adalah biosafety cabinet lebih besar. Sehingga memiliki daya tampung lebih banyak. Otomatis jumlah pasien atau masyarakat yang menjalani swab juga lebih banyak. Hammam juga mengatakan sistem kelistrikan di Mobile Lab BSL-2 Generasi II juga diperbaiki.
Sehingga lebih hemat energi. Peningkatan lainnya ada pada sistem HVAC atau heating ventilating and air conditioning dibuat dengan tekanan negatif atau negative pressure. Hammam mengatakan Mobile Lab BSL-2 Generasi II sudah dikirim untuk RS TNI AD di Sumatera Utara. ’’Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik di sana,’’ tuturnya.
Sebelumnya untuk Mobile Lab BSL-2 generasi pertama dipinjamkan ke RS TNI AD Moh. Ridwan Meuraksa, Jakarta Timur. Dalam kesempatan sebelumnya Hammam mengatakan, rancang bangun produk inovasi Mobile BSL-2 dikerjakan Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT. Produk Mobile BSL-2 merupakan salah satu produk Kedeputian TIRBR terkait penanganan Covid-19. ’’Produk lainnya adalah mobile hand washing, face shield, dan program riset lainnya,’’ katanya.
Menurut Hammam, masyarakat merespons sangat baik. Sebab, produk itu dapat membantu proses swab test penanganan Covid-19. Dengan adanya Mobile BSL-2, pelaksanaan swab test bisa menjangkau daerah-daerah tertentu. Kemudian sampel swab test tidak perlu dibawa ke laboratorium.
Hammam Riza menyebut, kini pemesanan Mobile BSL-2 dari sejumlah pihak. Di antaranya Bank BNI, Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP), dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA). Masing-masing instansi itu memesan satu unit Mobile BSL-2. Selanjutnya juga ada rencana pembuatan sepuluh unit Mobile BSL-2 Gugus Tugas Covid-19. Sampai saat ini pihaknya tengah menjalani proses negosiasi dengan Gugus Tugas Covid-19.
Dikatakan Hammam Riza, meskipun Mobile BSL-2 wujudnya kontainer, tapi memiliki standar keamanan laboratorium pada umumnya. Seperti standar keamanan supaya virus tidak menular kepada petugas yang melakukan pengujian. Kemudian memiliki kemampuan untuk mencegah virus tidak keluar lingkungan. Mobile BSL-2 memiliki kemampuan untuk memusnahkan limbah virus yang sudah tidak digunakan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
