Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 00.19 WIB

BMKG Sebut Enam Sektor ini Terkena Dampak Lanjutan Kemarau Kering, Apa yang Bisa Dilakukan?

TERIK: Kondisi Waduk Bunder yang mengering akibat musim kemarau panjang. Sebanyak 24 hektare lahan pertanian sudah terdampak kekeringan.

JawaPos.com – Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada enam sektor yang terkena dampak lanjutan kemarau kering di Indonesia.

BMKG menyebut dampak lanjutan kemarau itu mempengaruhi enam sektor yakni pertanian, sumber daya alam, kehutanan, perdagangan, energi, dan kesehatan.

Dikutip JawaPos.com dari laman resmi BMKG, Kamis (2/11/2023), dampak lanjutan kemarau dapat terjadi lantaran kombinasi dari El Nino dan IOD positif.

“BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El-Nino terus bertahan pada level moderat hingga periode Desember 2023-Januari-Februari 2024, sementara IOD Positif akan terus bertahan hingga akhir tahun 2023," kata Dwikorita dalam siaran pers BMKG.

Akibatnya untuk sektor pertanian, produksi tanaman pangan dapat mengalami penurunan karena masalah gagal panen, siklus masa tanam tak semestinya, dan penyebaran hama yang aktif pada kondisi kering seperti lalat, semut, dan rayap.

Kemudian kemarau dapat mengakibatkan berkurangnya sumber daya air, sedangkan sektor perdagangan berpengaruh pada lonjakan harga bahan pangan.

Dampak lanjutan ini bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, sementara sektor energi menekankan jumlah produksi energi yang bersumber dari PLTA.

“Bagi daerah yang mengalami karhutla, kondisi ini juga dapat berakibat pada polusi udara dan memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” jelas dia.

BMKG pun memaparkan kondisi cuaca beberapa wilayah di Indonesia yaitu curah hujan sangat rendah pada bulan Juli hingga Oktober 2023 terjadi di sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Lebih detail, BMKG menjelaskan hingga Oktober 2023, telah terjadi Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut sekitar 21-60 hari di Sumatera Selatan, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Selatan, Maluku, serta Papua Selatan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore