
istimewa
JawaPos.com - Dokter Lois Owien yang ditangkap oleh pihak kepolisian terkait pernyataannya soal Covid-19. Dia telah menyebarkan hoaks terkait virus korona yang saat ini mewabah di dalam negeri.
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mengatakan, kasus Lois Owien menjadi pelajaran semua pihak. Sehingga dia berharap kasus tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. "Ini menjadi proses pelajaran dan pembelajaran kepada semuanya baik akademisi, politisi, pengamat, tokoh masyarakat berhati-hatilah berkomentar, berhati-hatilah menyampaikan pendapat," ujar Rahmad kepada wartawan, Rabu (14/7).
Rahmad mengatakan siapa saja yang bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 untuk bisa mempertangung jawabkan perkataanya melalui bukti dan fakta-fakta. Sehingga masyarakat tidak dibuat binggung.
"Efeknya tentu protokol kesehatan menjadi abai kemudian, semakin sulit penanganan Covid-19 ketika banyak pihak yang menyampaikan pendapat tidak bisa dipertanggungjawabkan dari sisi keilmuan, sisi akademis dan dari sisi hukum," katanya.
Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengajak semua pihak untuk bersatu bersama pemerintah melawan pandemi Covid-19. Masyarakat juga harus saling mengingatkan tentang bahaya Covid-19.
"Bagaimana agar Covid itu bisa reda kita kendalikan, ya kita ikuti saran pemerintah dengan saat ini ya yang lagi booming, lagi tsunami Covid-19 ini, ya kita wajib hukumnya menaati PPKM Darurat," tuturnya.
Diketahui, Lois Owien ditangkap oleh pihak kepolisian atas dugaan penyebaran berita bohong di media sosial yang kemudian menghalangi penanggulangan wabah penyakit virus Covid-19 di Indonesia.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi mengatakan Lois Owien mengaku bahwa pendapatnya tersebut merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset. Bahkan dalam klarifikasi Lois, ia mengakui bahwa perbuatannya tidak dapat dibenarkan secara kode etik profesi kedokteran. Dengan sudah mengakui tersebut, maka pihak kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap Lois Owien.
"Yang bersangkutan menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan," katanya.
Pihak Polri mengedepankan keadilan restoratif agar permasalahan opini seperti ini tidak menjadi perbuatan yang dapat terulang di masyarakat. (*)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
