
GRAFIS - ADIT/JAWA POS
JawaPos.com – Angka kasus Covid-19 yang bergerak dinamis berdampak pada tingkat okupansi (keterisian) tempat tidur di rumah sakit. Per 13 Oktober, okupansi ruang perawatan untuk pasien Covid-19 secara nasional mencapai 43,93 persen. Di beberapa provinsi malah telah melebihi 50 persen.
Menurut data Kementerian Kesehatan, ada 12 provinsi yang okupansi tempat tidur pasien Covid-19 di atas rata-rata nasional.
Paling tinggi Sumatera Barat yang mencapai 64 persen. Disusul Banten (61 persen), Jambi (58), Riau (57), serta Jawa Barat dan DKI Jakarta (masing-masing 54 persen).
Kemudian, Kalimantan Timur (52 persen), Papua (49), Jawa Tengah (49), Bali (49), Kepulauan Riau (47), dan Sulawesi Barat (45). Untuk Jawa Timur, okupansi RS mencapai 37 persen.
Plt Dirjen Yankes Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menyatakan, data okupansi tempat tidur pasien Covid-19 terus berubah. ’’NTT okupansi terendah se-Indonesia,’’ ucapnya.
Sementara itu, klaim rumah sakit mencapai 12 triliun dan hingga kemarin telah dibayarkan sebanyak Rp 7,1 triliun. Kadir menyatakan, dana tersebut berasal dari Kemenkes dan BNPB. ’’Pemerintah sementara ini menyediakan Rp 21 triliun untuk klaim rumah sakit,’’ ujarnya.
Hingga kemarin, menurut data Kemenkes, klaim yang belum dibayarkan mencapai Rp 5 triliun. Kadir berjanji bahwa klaim pasien Covid-19 berjalan lancar.
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Kuntjoro menyarankan ada tim khusus untuk menyelesaikan klaim. Tim tersebut akan membantu tim pusat. ’’Yang belum kerja sama dengan BPJS Kesehatan jangan didiamkan. Rumah sakit didampingi,’’ katanya.
Pengadaan Vaksin
Photo
Kepala BPOM Penny Lukito. (tengah) - (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut mengawal proses penyediaan vaksin Covid-19. Mulai penyusunan dan persetujuan uji klinis hingga pelaksanaan uji klinis.
Kamis lalu (15/10) tim Inspektur Badan POM juga berangkat ke Tiongkok untuk melakukan inspeksi cara pembuatan obat yang baik (CPOB) atau good manufacturing practice (GMP) ke sarana produksi vaksin Covid-19. Ada tiga tempat pembuatan vaksin yang dikunjungi, yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.
’’Serangkaian kegiatan inspeksi tersebut bertujuan untuk percepatan akses vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu,” ungkap Kepala BPOM Penny K. Lukito.
Untuk menyiapkan produksi vaksin di Indonesia, BPOM menggelar rapat koordinasi persiapan industri farmasi. Rapat pada minggu lalu itu membahas ketersediaan vaksin Covid-19 dan komitmen terhadap pemenuhan aspek khasiat, keamanan, dan mutu vaksin.
Penny menyampaikan, masa pandemi memungkinkan diberikannya emergency use authorization (EUA). Fungsinya sebagai persetujuan penggunaan obat atau vaksin saat kondisi darurat kesehatan masyarakat. EUA diberikan karena semua obat dan vaksin yang akan digunakan dalam penanganan Covid-19 masih memasuki tahap pengembangan.
Penyediaan vaksin dalam negeri dilakukan melalui kerangka multilateral dan bilateral. Itu dilakukan dalam lawatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Tohir ke sejumlah negara. Misalnya, Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Inggris.
Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Febrian Alphyanto Ruddyard menuturkan, diplomasi vaksin gencar dilakukan guna memenuhi kebutuhan vaksin bagi masyarakat Indonesia. Sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) hanya menjatah vaksin untuk Indonesia sebanyak 20 persen dari total populasi. Jumlah itu sekitar 53,6 Juta vaksin. Jatah itu diperoleh melalui kerangka kerja sama multilateral, dalam hal ini melalui Covax. Yakni, kemitraan global yang bertujuan mendukung pengembangan vaksin dan berbagi akses ke sana.
Menurut dia, ketentuan itu disepakati negara-negara di Covax karena tahu kemampuan produksi vaksin tidak akan bisa mengejar jumlah seluruh masyarakat dunia dalam waktu singkat. ”Karena itu, prinsip yang dipegang WHO bukan all vaccine for all people in some countries. Tapi, lebih pada some people in all contries,” ujarnya dalam temu media secara daring kemarin (16/10).
Karena itu, lanjut dia, pemenuhan kecukupan stok vaksin dilakukan melalui kerja sama bilateral. ”Jadi, memang kerangka multilateral yang disediakan segitu, tapi tidak tertutup kemungkinan bisa dilakukan melalui bilateral,” ungkapnya.
Sementara itu, kemarin menjadi hari terakhir lawatan Menlu dan menteri BUMN ke Inggris dan Swiss. Retno menegaskan, perjalanan ke Inggris dan Swiss tidak hanya mengenai isu pengamanan komitmen vaksin. Namun, juga menjalin kerja sama strategis yang sifatnya lebih panjang, termasuk dengan organisasi dunia seperti WHO, GAVI, CEPI, dan Unicef. ”Hal ini memungkinkan dilaksanakan karena Indonesia, antara lain melalui Bio Farma, memiliki kapasitas untuk melakukan itu,” tegasnya.
Baca juga:

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
