
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan update data korban bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar sampai Jumat malam (28/11). (BNPB)
JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada bupati Tapanuli Selatan. Dia mengaku kaget dan tidak mengira dampak bencana di salah satu daerah yang berada di Sumatera Utara (Sumut) itu sangat dahsyat.
Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Suharyanto saat dirinya datang langsung ke Desa Aek Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan pada Minggu (30/11). Sebelum tiba di desa tersebut, jenderal bintang tiga TNI AD itu harus melewati 2 desa lain yang terdampak banjir. Yakni Desa Batu Godang dan Aek Ngadol.
Namun demikian, kerusakan paling parah disaksikan langsung oleh Suharyanto di Desa Aek Garoga. Dia tidak pernah membayangkan kerusakan yang terjadi akibat banjir yang menyapu desa tersebut sangat luar biasa. Belum lagi longsor juga terjadi.
"Tapsel (Tapanuli Selatan) saya surprise (terkejut), saya tidak mengira seperti ini. Saya mohon maaf pak bupati. Ini, bukan berarti kami tidak peduli begitu. Kami hadir di Tapanuli ini, untuk membantu. Tidak ada bedanya utara selatan, tengah. Itu sama semua bagi kami, tidak melihat suku, agama, ras. Sama bagi kami. Jadi kami turun dengan kekuatan penuh," kata dia sebagaimana dikutip dari pemberitaan Riau Pos (Jawa Pos Group) pada Senin (1/12).
Sebelumnya, Suharyanto mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor di Sumut, Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh masih berada pada tingkat daerah provinsi. Dia menilai, bencana di 3 provinsi di Pulau Sumatera itu memang terlihat mencekam karena banyak berseliweran di media sosial (medsos).
"Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik," ujarnya.
Berdasar data pada Minggu malam (30/11), jumlah korban meninggal dunia dalam bencana di Sumut sudah mencapai angka 217 jiwa. Korban meninggal dunia di Sumut tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.
"Korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang," ungkap Suharyanto.
Lantaran penanggulangan bencana masih berlangsung, sampai saat ini masih ada ribuan pengungsi di berbagai lokasi pengungsian. Di antaranya 3.600 pengungsi di Tapanuli Utara, 1.659 pengungsi di Tapanuli Tengah, 4.661 pengungsi di Tapanuli Selatan, 4.456 pengungsi di Kota Sibolga, 2.200 pengungsi di Humbang Hasundutan, dan 1.378 pengungsi di Mandailing Natal.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
