Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 April 2023 | 23.24 WIB

Orang Tua Bima Pastikan Tak Ada Intimidasi, Begini Pengakuannya

Tangkapan layar Instagram Awbimax Reborn, pemuda yang viral mendapat ancaman pelaporan polisi dan intimidasi setelah mengkritik Provinsi Lampung.

 
JawaPos.com - Orang tua Bima Yudho Saputro memastikan tidak ada tindakan intimidasi usai viral video kritik terhadap Pemprov Lampung. Adapun kedatangan anggota polisi ke rumah Bima di Lampung Timur hanya sebatas mengklarifikasi kebenaran bahwa Bima warga di sana.
 
"Mengklarifikasi bahwa kejadian tadi siang itu dari pihak polisi datang ke rumah bukannya apa-apa, dia cuma menetralkan, memastikan bahwa Bima Yudho Saputro itu benar-benar penduduk Desa Ratna Daya RT 1 Dusun 1," kata Ibu Bima, Sringatun dalam video yang diterima JawaPos.com dari Polda Lampung, Sabtu (15/4).
 
Pihak kepolisian juga hanya memastikan Bima benar anak dari pasangan Sringatun dan Juliman Sugino. Pertemuan ini pun berlangsung baik didampingi Kapolsek Raman Utara Iptu Sunaryo.
 
Sementara itu, ayah Bima, Juliman juga memastikan tidak ada intimidasi. Dia pun menyampaikan apresiasi kepada kepolisian.
 
"Selaku orang tua Bima, terima kasih banget kepada bapak-bapak jajaran kepolisian," kata Juliman.
 
Sebelumnya, Bima Yudho Saputro, pelajar asal Lampung di Australia menyita perhatian publik setelah video kritikan berjudul 'Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-Maju' viral. Salah satu kritikan Bima terhadap pemerintah daerah Provinsi Lampung terkait jalanan yang rusak.
 
Dia menggambarkan jalanan di kampung halamannya itu 1 kilometer bagus dan 1 kilometer berikutnya rusak. Siapa sangka, kritikan Bima terhadap pemerintah daerah justru berujung pada pelaporan polisi. Dia dilaporkan karena menyebutkan 'dajjal' sehingga membuat pemerintah daerah gerah.
 
Tak sampai di situ saja, orang tua Bima yang merupakan PNS diintervensi dipanggil oleh Bupati Lampung Timur. Kabarnya berusaha dicari-cari kesalahan Bima, terutama soal biaya kuliahnya di luar negeri. Ibunya kabarnya turut diperiksa.
 
"Bokap gua PNS biasa golongan. 99 persen dari nyokap gue. Bokap gue nggak pernah kirim gua duit. Satu dolar pun nggak pernah. Nggak bakal cukup juga PNS dan hari ini bokap gua dipanggil Lampung Timur sama polisi," curhat Bima di akun media sosial. Orang tuanya yang tidak tahu apa-apa turut diperiksa, mereka hanya bisa menangis.
 
 
 
Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore