23 Januari 2025, 20.04 WIB Abiyan, Bayi Berusia Lima Bulan Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim K-9 Polda Jateng di Reruntuhan Longsor Pekalongan
Tim K-9 Polda Jateng mengevakuasi jenazah korban longsor dan banjir bandang di Pekalongan, Jateng. (Polda Jateng)
JawaPos.com-Longsor dan banjir bandang di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) sudah memakan 21 korban meninggal dunia. Salah seorang korban bernama Abiyan. Dia merupakan bayi berusia lima bulan. Tim K-9 Polda Jateng menemukan Abiyan di antara tumpukan material longsor.
”Paman korban menangis histeris saat Abiyan ditemukan. Jenazah langsung dibawa ke Posko Induk,” ungkap Agus Yusuf, anggota Tim SAR Gabungan dari Bumi Santri Pekalongan.
Tidak hanya Abiyan, ibu bayi tersebut juga menjadi korban meninggal dunia. Sementara ayahnya masih hilang. Sampai hari ini, proses pencarian korban longsor dan banjir bandang di Pekalongan masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Mereka berharap dapat menemukan korban lain yang besar kemungkinan masih tertimbun material longsor. Total ada lima korban masih dalam pencarian.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah meninjau lokasi terdampak bencana longsor dan banjir bandang di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (21/1). Dia meminta agar penanggulangan bencana tersebut memprioritaskan pencarian dan pertolongan korban.
Menurut Suharyanto, pencarian korban hilang di Kecamatan Petungkriyono harus terus diupayakan. Sejauh ini, Tim SAR Gabungan mencatat masih ada lima korban hilang. Sementara jumlah korban meninggal dunia sebanyak 21 orang. ”Upaya pencarian dan pertolongan ini harus menjadi prioritas utama. Karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ujarnya melalui keterangan resmi pada Kamis (23/1).
Longsor yang terjadi di Pekalongan disertai dengan banjir bandang. Akibatnya, dua jembatan putus. Akses menuju lokasi kejadian pun terbatas. Selain pencarian para korban, saat ini tengah dilakukan penanganan terhadap akses jalan tersebut. Penanggulangan bencana itu juga tetap memerhatikan para korban selama yang sudah dievakuasi. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan