Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Februari 2024 | 17.59 WIB

Suara Ganjar-Mahfud Kalah Unggul di Kota Solo, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo: Kami Kalah Koalisi

Ketua DPC PDIP Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.



JawaPos.Com - Hasil perolehan suara sementara Ganjar-Mahfud dikabarkan kalah unggul dengan dua rivalnya, bahkan di Kota Solo.

Ya, Kota Solo yang digadang-gadang menjadi kandang banteng agaknya tidak memberikan banyak dukungan untuk Ganjar-Mahfud yang diusung partai PDI Perjuangan.

Meski demikian, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku tak kaget dengan hasil penghitungan sementara pilpres 2024 ini.

Selain menjadi kadang PDI Perjuangan, paslon nomor urut 02 yang digawangi Prabowo-Gibran diakui turut serta dalam menyita perolehan suara masyarakat, mengingat cawapres Gibran merupakan Wali Kota Solo.

Alhasil, dengan melihat berbagai pertimbangan, Rudy menyebut bahwa keunggulan suara Prabowo-Gibran itu tak terlalu mengejutkan.

Salah satunya karena paslon nomor urut 02 itu memiliki koalisi yang cukup gemuk di Kota Solo.

Selain itu, Ketua DPC PDIP Solo yang akrab disapa Rudi tersebut juga mengakui bahwa partainya hanya didukung kader militan dari PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo.

Baca Juga: Di Surabaya, PDIP Merajai dan Gerindra - Golkar Imbang, PKS Digulingkan PSI
 
Kendati perolehan suara Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 kalah unggul, Rudy mengaku akan tetap menunggu hasil pasti dari KPU.

"Kami tetap menunggu hasil dari KPU. Namun, kami tetap menyadari bahwa kami koalisi minim. Dan, Hanura-Perindo tidak punya kursi di DPRD," kata Rudy saat ditemui Radar Solo (Jawa Pos Group) di kantor DPC PDIP Solo, Brengosan, Rabu (14/2).

"Semua mengakui yang bekerja hanya PDI Perjuangan saja dari awal sampai akhir (di Solo, Red)," imbuh dia.

Mulai dari awal kampanye hingga hari pencoblosan, Rudy mengaku hanya bisa menggerakkan kader militan dari PDIP karena koalisinya di Solo tidak siap.

Belum lagi, pihaknya pun mencium adanya indikasi kecurangan-kecurangan lain.

Mulai dari bantuan sosial (bansos) yang dibagikan secara masif jelang pemilu dan sejenisnya.

"Sebenarnya kami menyoroti seperti itu, apalagi cawapresnya saja wali kota. Tapi apa daya, kita enggak punya kekuasaan. Beliau mau ke sana kemari sah-sah saja karena masih sebagai kepala daerah," ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Baca Juga: Kandang Banteng Dikuasai Prabowo, Suara PDIP Masih Tinggi, Ganjar: Agak Anomali dengan Suara Saya

Lebih lanjut, Rudy pun mengaku akan legowo apapun hasilnya, dia juga menegaskan Kota Solo yang dikenal sebagai kandang banteng belum tentu jebol kendati kalah dalam perolehan suara pilpres.

Karena masih ada penghitungan suara pemilihan legislatif (pileg).

Oleh sebab itu, seandainya kalah dalam pilpres namun menang dalam pileg, maka PDIP siap jadi oposisi.

"Tahun 2004-2009 kita pernah oposisi 10 tahun saat Pak SBY jadi presiden. Pesan saya kalau PDI Perjuangan di parlemen dapat suara paling banyak harus, berani jadi oposisi," tegas Rudy.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore