Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Maret 2018 | 05.25 WIB

Preman Parlente, Potret Sebuah Kejujuran di Tengah Ironi Negeri Kaya

Teater Indonesia Kita - Image

Teater Indonesia Kita

JawaPos.com - Mobilitas sosial dilakukan Ucok Lontong (Cak Lontong/ Lies Hartono) agar bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Untuk melakukan itu, ia pun melakukan urbanisasi ke Kota Jakarta, kota Megapolitan yang diimpikan setiap penduduk di seantero negeri ini demi meraup pundi-pundi rupiah.


Setelah sekian lamanya merantau ke Ibu Kota, akhirnya ia pun meraih apa yang diimpikannya. Ucok Lontong  berhasil menjadi orang yang sukses, kendati pekerjaan yang digelutinya bukan pekerjaan yang halal. Atas kesuksesan yang diraihnya, Ucok Lontong pun senang dan tak mempermasalahkan profesi yang digelutinya saat ini. Yang terpenting bagi dia, apa yang diimpikannya semuanya telah ia miliki, meskipun harus melalui jalan yang salah, yakni menjadi preman dan penipu ulung.


Singkat cerita ketika sedang berada di puncak kejayaannya, Ucok dihampiri Akbar (Insan Nur Akbar), teman kecilnya sewaktu masih di kampung. Dengan gayanya yang polos, Akbar pun mencoba menyapa sahabat karibnya.


”Tong..Lontong..Kamu Lontong kan teman kampungku?,” kata Akbar menyapa Ucok Lontong. Mendapat pertanyaan tersebut, bukanya mengiyakan, Ucok Lontong  justru membantahnya dan membuat Akbar bingung.


”Ah nggak mungkin kamu teman kampungku. Kampungku kan jauh, mana mungkin ada teman kampungku di sini, kan kampungku jauh di sana,” kata Lontong dengan gaya khas humornya yang disambut tawa penonton.


Merasa bingung, Akbar pun kembali menjelaskan kepada sahabatnya jika maksudnya, dirinya adalah teman kecilnya sewaktu masih hidup di kampung dulu. ”Gini loh Tong, maksudnya, aku ini teman kecilmu pada saat dulu hidup di kampung dulu,” jelas Akbar.


Akhirnya setelah dijelaskan, Lontong pun faham dan menyadari jika Akbar adalah sahabat karibnya dulu sewaktu masih hidup sengsara di kampung. Keduanya pun saling melepas rindu setelah sekian tahun lamanya tak bertemu.


Sementara itu, melihat penampilan Lontong sekarang, Akbar merasa kagum dengan gaya perlente Lontong. Akbar juga takjub dengan segala hal yang dimiliki Lontong, dari gelar yang banyak, rumah dan kantor mewah, serta mobil sport mewah yang biasanya dimiliki oleh pengusaha yang kaya raya.


Namun, karena cuirga, Akbar pun menelisik  perihal asal usul harta yang dimiliki Lontong. ” Kamu ini kerjanya apa sih, kok bisa punya segalanya sekarang?,” telisik Akbar. Mendapat pertanyaan mengejutkan, Lontong pun berbohong. 


Lontong mengatakan kepada Akbar jika dirinya adalah seorang pengusaha hebat dan kaya raya. Padahal dia adalah preman dan penipu ulung. Atas penjelasan tersebut, Akbar pun percaya begitu saja, melihat harta benda yang kini dimiliki temannya tersebut.


Saat sedang asyik bercengkrama, tiba-tiba masalah datang ketika Louis (Louise Sitanggang) pacar Lontong menghampiri keduanya.  Dengan logat bahasa khas Batak, Louise langsung mendamprat Ucok Lontong tak ada habisnya. Ini karena Ucok Lontong dinilai tak berkomitmen menjalin hubungan, dan terkesan mengulur waktu ketika diminta serius untuk melangsungkan pernikahan.


Louise pun meminta Lontong untuk menemui ibunya yang tinggal di Pulau Samosir, sebuah Pulau yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Atas desakan tersebut, Lontong pun tak bisa berkutik, sebab meskipun dirinya ‘preman’, pantang baginya berbohong kepada ibu dan wanita yang dicintainya.


Akhirnya dengan mengajak Akbar dan Louise, Ucok Lontong pun terbang ke  Pulau Samosir. Singkat cerita, Ucok Lontong bertemu dengan ibunda Louise yang diperankan oleh Juliaman Sinaga. Mendapati anak satu-satunya menggandeng seorang laki-laki pilihannya, ibunda Louise pun bertanya-tanya soal kepribadian dan profesi Ucok Lontong.


Ketika ditanya soal profesinya, Ucok Lontong tak bisa berbohong, sehingga ia meminta Akbar untuk menjawabnya. Akbar mengatakan jika sahabatnya adalah seorang pengusaha yang sukses, sehingga pantas untuk bersanding dengan Louise yang cantik jelita.


Masalah kembali datang ketika tiba-tiba Marwoto (Sri Slamet Sumarwoto), seorang pengusaha yang hendak mencalonkan diri menjadi Caleg di Kampung Louise tiba-tiba melihat sosok Ucok Lontong dan mendengar ibunda Louise mengatakan bahwa calon menantunya adalah seorang pengusaha sukses.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore