Film Joker: Folie à Deux
JawaPos.com - Film Joker: Folie à Deux menggali lebih dalam kondisi mental Arthur Fleck, membuat banyak orang bertanya-tanya penyakit mental apa (jika ada) yang diderita karakter tersebut.
Pada ending “Joker: Folie à Deux” yang mengejutkan, karakter Arthur Fleck bahkan lebih berkembang dibandingkan di film pertamanya.
Meskipun easter egg dari semesta DC banyak ditemukan dalam “Joker 2”, film ini melanjutkan trik yang dibuat oleh pendahulunya dengan menjadikan Joker sebagai karakter yang lebih membumi dan berpengalaman dalam realitas.
Dilansir dari laman Screen Rant pada Sabtu (5/10), cara utama untuk mengetahuinya adalah melalui eksplorasi penyakit mental Arthur Fleck, yang diperankan dengan mengagumkan oleh Joaquin Phoenix.
Film pertama juga mengeksplorasi kondisi mental Fleck. Namun sekuelnya yang punya alur cerita berbasis drama persidangan, membahasnya lebih jauh.
Dalam persidangan, sebagai terdakwa Arthur mencoba menghindari hukuman mati yang akan mengakhiri kemungkinan adanya film “Joker 3”.
Banyak perbincangan tentang penyakit mental Arthur muncul, yang menimbulkan pertanyaan tentang apa yang telah dialaminya?
Arthur Fleck Mengidap Gangguan Neurologis Akibat Cedera Otak
Menariknya, baik “Joker” maupun “Joker 2” tidak secara eksplisit menyebutkan gangguan atau penyakit mental apa yang diderita Arthur.
Ia sering ditampilkan, terutama di film pertama, menderita kejang-kejang karena tertawa, apa pun situasinya. Arthur bahkan memiliki kartu untuk menjelaskan hal ini kepada orang-orang di depan umum.
Meskipun tidak pernah terlihat penyakit apa yang disebutkan kartu tersebut untuk menjelaskan kondisi Arthur.
Dengan demikian, banyak spekulasi mengenai subjek ini datang dari luar cerita film tersebut.
Seperti yang dimuat di situs web National Library of Medicine, telah banyak spekulasi bahwa Arthur memiliki kelainan neurologis yang disebut efek pseudobulbar dalam Joker dan Joker 2 yang diakibatkan oleh cedera otak dan menyebabkannya tertawa terbahak-bahak.
Perlu dicatat bahwa kelainan neurologis berasal dari trauma pada otak dan dengan demikian berbeda dari penyakit mental, yang berasal dari pikiran, perasaan, dan faktor lingkungan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
