Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Maret 2024 | 01.03 WIB

Film Kiblat Menuai Kontroversi, PARFI Minta Pesan Moral Diutamakan Ketimbang Sensasi

Humas PARFI Evry Joe.

 
JawaPos.com - Film Kiblat menjadi sorotan publik luas dalam beberapa hari belakangan usai memunculkan poster yang memperlihatkan orang sedang melakukan rukuk, salah satu gerakan dalam sholat, namun malah dibikin jadi hantu dengan wajah yang menyeramkan.
 
Poster film Kiblat itu pun menuai kritikan keras dari sejumlah pihak, termasuk dari tokoh agama. Diduga poster itu dibuat untuk mencari perhatian publik sehingga orang-orang jadi tertarik untuk nonton filmnya. 
 
Namun pada kenyataannya, kritikan keras yang justru diterima. Bahkan film Kiblat sempat dituduh sebagai kampanye hitam terhadap ajaran agama Islam dan melakukan desakralisasi pada ibadah sholat yang sejatinya sakral sekali dalam Islam.
 
Atas kejadian itu, Evry Joe selaku Ketua Humas PARFI meminta film, terutama film bernuansa religi, harus memiliki pesan yang positif dan kuat dalam filmnya. Jangan sampai yang diutamakan malah sensasinya demi menarik perhatian calon penonton semata untuk tujuan bisnis.
 
"Film horor membawa bingkai Islam saya rasa tidak apa-apa asal ada pesan moralnya dan selama tidak menyesatkan atau menyinggung  SARA," kata Evry Joe kepada JawaPos.com, Kamis (28/3).
 
Evry Joe mengakui dirinya sempat membuat film horor pada 2014 silam berjudul Sarang Hantu Jakarta. Dia pun memegang prinsip dengan memasukkan pesan moral yang cukup kuat dalam filmnya.
 
Pria yang juga merupakan Direktur Rumah Film Indonesia menekankan bahwa sebuah film idealnya memang harus memuat unsur edukasi di dalamnya. "Film merupakan pendidikan nonformal, makanya film ada di Kemendikbud. Sineas film harus memasukkan pesan moral di dalam film sehingga film selain menjadi tontonan yang menghibur,  juga menjadi tuntunan," paparnya.
 
Meski sempat dilarang tayang oleh MUI, film Kiblat kemungkinan besar akan tetap tayang di bioskop. Hal itu terlihat setelah produser filmnya, Agung Saputra, bertemu dengan MUI diwakili oleh KH Cholil Nafis.
 
Dalam pertemuan tersebut, pihak rumah produksi mendapat saran untuk mengubah judul dan poster dari filmnya.
 
Supaya tidak terjadi kesalahan fatal lagi, ustad Derry Sulaiman menyarankan film Kiblat yang akan berganti judul harus dikonsultasikan secara konten atau isi dari filmnya dengan ulama atau orang yang paham agama sebelum tayang di bioskop. Jika ada sesuatu yang salah, bisa diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditonton oleh banyak orang.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore