
Suasana debat putaran final Pilkada DKI di Hotel Bidakara, Jumat (10/2).
JawaPos.com - Seorang pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) menunjukkan sikap tidak terpuji saat debat final sedang berlangsung.
Pendukung pasangan nomor urut 1 itu tiba-tiba mengamuk. Vike Verry Ponto, salah seorang anggota Tim Pilkada DPD Partai Demokrat DKI Jakarta terlihat mengamuk di sisi kanan pintu panggung. "Masak mau keluar dilarang, jangan main-main. Dikira anak kecil dilarang-larang masuk," kata Vike berteriak di lokasi, Jumat (10/2).
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, Vike terlihat ingin keluar arena debat. Namun panitia melarang Vike keluar. Sementara ada pendukung lain yang terlihat masuk di saat yang sama. Emosi Vike memuncak.
Tak hanya berteriak, Vike pun terlihat mencaci maki panitia penyelanggara debat Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Dia tampak kecewa dengan perlakuan yang diterimanya "Masak semua masuk sembarangan, kami enggak bisa (keluar). KPU gila ini," cecarnya.
Polisi dan panitia terlihat menenangkan Vike dan membawanya menjauh dari pintu. Keadaan sempat ramai sampai akhirnya Vike duduk kembali ke tempat duduk. (uya/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
