
TERGENANG DAN BERLUBANG : Kondisi Jalan Kalianak yang rusak parah. Polisi berusaha menekan angka korban kecelakaan dengan membatasi jam melintas kendaraan berat.
JawaPos.com – Predikat jalur maut sudah melekat di Jalan Kalianak. Kemacetan dan kecelakaan jadi peristiwa sehari-hari di sana. Permasalahan pun kian rumit. Kondisi jalan yang rusak, pelebaran jalan yang terhambat, serta dominasi kendaraan berat yang melintas menjadikan Jalan Kalianak bak kawasan angker bagi pengendara.
Nah, untuk mengurangi paling tidak sedikit permasalahan di jalur tengkorak itu, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak mulai menerapkan jam larangan melintas bagi kendaraan berat. ”Hanya dikhususkan untuk trailer gandengan dan truk besar,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKP Mas Arjaka.
Jam larangan melintas itu diberlakukan pukul 06.00–09.00. Untuk sore, dimulai pukul 16.00–19.00. Arjaka menilai jam-jam tersebut merupakan waktu angkerJalan Kalianak. Besarnya volume kendaraan kecil seperti sepeda motor membuat risiko kecelakaan terjadi cukup tinggi. ”Pada jam-jam itu, biasanya sering terjadi kecelakaan,” terangnya.
Apalagi, selama ini angka kecelakaan terbesar terjadi pada sepeda motor versus truk. Karena itu, tidak heran jika korban yang tewas atau terluka di Jalan Kalianak didominasi pengendara sepeda motor.
Pengendara roda dua yang melintas memang rawan celaka. Jalan bergelombang, rusak, dan menyempit di beberapa titik jadi faktor penyebab yang terbesar. ”Apalagi, selama ini mayoritas korban tewas terpeleset saat menyalip truk trailer atau truk,” ujarnya.
Karena itu, mantan Kanitlantas Polsek Gedangan, Sidoarjo, tersebut merasa perlu diberlakukan jam larangan melintas di Jalan Kalianak. Khususnya kendaraan berat. Dengan begitu, diharapkan, kecelakaan atau kemacetan terbesar pada jam-jam sibuk tersebut bisa berkurang.
Sosialisasi juga dilakukan. Polisi membagikan surat edaran, turun langsung ke dipo-dipo ataupun pabrik-pabrik, hingga memberikan himbauan saat razia kendaraan berat. ”Saya rasa cukup sosialisasinya, sekarang action-nya. Kudu benar-benar diterapkan secara maksimal,” tegasnya.
Perwira dengan tiga balok di pundak itu mengungkapkan akan menindak tegas pengendara trailer atau truk yang masih melanggar jam larangan tersebut. Tilang bakal diterapkan. ”Demi kepentingan bersama, harus ada beberapa pihak yang legawa. Kalau dibiarkan, mau sampai kapan nyawa melayang di jalan itu?” bebernya.
Selain menerapkan jam khusus, Arjaka menegaskan akan selalu menugaskan beberapa polisi lalu lintas di titik-titk rawan. Mulai Jalan Gresik Gadukan Timur hingga Margomulyo.
Pertigaan Jalan Kalianak juga difungsikan sebagai pos pemantau untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan. Kalau intensitas tinggi di salah satu jalur, pengendara bakal diarahkan di Jalan Margomulyo menuju Jalan Sukomanunggal atau Jalan Raya Bibis. ”Hal itu bergantung situasi. kalau terpaksa, rekayasa lalu lintas akan kami terapkan untuk mengurai macet,” paparnya.
Di samping itu, Arjaka terus memberikan sosialisasi. Terutama kepada masyarakat yang tinggal di Jalan Kalianak. Kewaspadaan tinggi ketika keluar mulut gang menuju jalan raya jadi fokus perhatian. ”Sebab, beberapa kali ada korban yang tewas di sini. Kendaraan tidak melihat ada kendaraan lain yang tiba-tiba keluar dari gang,” jelasnya.
Arjaka berharap Jalan Kalianak bisa diperbaiki. Permasalahan pelebaran jalan juga segera teratasi. ”Kalau tidak, bisa-bisa makin banyak korban yang berjatuhan di jalur Kalianak,” harapnya.
Arjaka mengimbau, khususnya kepada pengendara roda dua agar selalu waspada tiap melintas di Jalan Kalianak. Salah satu caranya adalah mengurangi kecepatan tiap melintas di jalur tersebut. ''Maksimal 40 kilometer per jam,'' ujarnya.
Dia juga menyarankan agar tidak menyalip dari lajur kiri. Sebab, hampir sebagian besar jalan di Kalianak, dari barat ke timur atau sebaliknya, aspal di bagian kiri bergelombang. Belum lagi, di saat musim hujan seperti sekarang, kerikil dan pasir yang berasal dari pecahan aspal bisa membuat roda motor selip.(rid/c16/git/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
