Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Maret 2026, 18.11 WIB

BAIC dan Inovasi Baterai Ion Natrium: Melangkah ke Depan dalam Teknologi Baterai Alternatif

Paket baterai ion natrium BAIC. (dok. BAIC) - Image

Paket baterai ion natrium BAIC. (dok. BAIC)

JawaPos.com - Di tengah makin meluasnya adopsi teknologi baterai alternatif, BAIC, salah satu produsen otomotif terkemuka Tiongkok, melangkah lebih jauh dengan mengumumkan terobosan baru di bidang baterai ion natrium.

Langkah ini mencerminkan upaya industri otomotif Tiongkok untuk menghadirkan solusi hemat biaya sekaligus mengatasi tantangan pasokan bahan baku dan performa baterai di lingkungan bersuhu ekstrem.

Kemajuan dalam Teknologi Baterai Ion Natrium

Divisi penelitian BAIC melaporkan telah menyelesaikan pengembangan prototipe baterai ion natrium dengan kinerja teknis yang disebut-sebut berada di garis terdepan industri. Baterai ini dirancang dalam format sel prismatik dengan tingkat kepadatan energi mencapai 170 Wh/kg, berdasarkan pengujian internal.

Keunggulan lainnya mencakup kemampuan pengisian cepat 4C, yang memungkinkan pengisian penuh hanya dalam waktu 11 menit. Baterai ini juga dirancang untuk tetap handal meskipun beroperasi dalam rentang suhu ekstrem mulai dari -40°C hingga 60°C.

Bahkan pada suhu -20°C, retensi energinya diklaim mencapai lebih dari 92%, menjadikannya solusi ideal untuk mobil yang beroperasi di iklim dingin. 

Dari segi keamanan, pengujian intensif menunjukkan hasil yang menjanjikan. Baterai ini mampu menahan kondisi pengisian daya berlebih hingga 200% tanpa risiko kebakaran atau ledakan. Selain itu, perangkat ini tetap stabil saat diuji pada suhu setinggi 200°C dalam simulasi penyalahgunaan termal.

Selain itu, BAIC berhasil membangun keahlian di berbagai aspek seperti formulasi elektrolit, rancangan sel, hingga integrasi sistem. Mereka juga menghadapi tantangan yang kompleks terkait kepadatan energi dan daya tahan baterai untuk jangka panjang. 

Program "Aurora Battery" dan Strategi Produksi Massal 

Baterai ion natrium ini merupakan bagian integral dari program inovasi "Aurora Battery" milik BAIC. Program ini tak hanya mencakup teknologi ion natrium tetapi juga memperluas cakupan ke jenis baterai lain seperti ion litium dan solid-state.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa uji validasi proses produksi massal untuk baterai prismatik ion natrium telah rampung, menjadi langkah kunci menuju implementasi yang lebih luas.

Baterai Ion Natrium: Pemain Baru di Kancah Persaingan 

Tak dapat dipungkiri, baterai ion natrium mulai diperhitungkan sebagai alternatif yang potensial bagi sistem berbasis litium, terutama di ekosistem kendaraan listrik (EV) di Tiongkok. Dengan ketersediaan bahan baku yang lebih melimpah dan ketahanan terhadap suhu rendah, teknologi ini mendapatkan perhatian besar dari para produsen otomotif meski masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kepadatan energi. 

Sejalan dengan ini, BAIC telah mengamankan 20 paten terkait material, desain, hingga metode pengujian untuk mendukung program inovasi ion natriumnya. Fokus mereka juga mencakup pengembangan strategi pengisian daya terbaru serta penelitian mendalam tentang pemodelan elektrokimia dan mekanisme degradasi baterai.

Sementara itu, produsen lain seperti Changan dan CATL telah menunjukkan kesiapan serupa. Pada Februari 2026, keduanya meluncurkan kendaraan listrik penumpang pertama di dunia yang menggunakan baterai ion natrium dengan kapasitas 45 kWh dan jangkauan hingga 400 km. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore