Menghadirkan 40 desainer Indonesia, Journey in Elysium menyuguhkan fashion show yang mengangkat pesan keberagaman. (IST)
JawaPos.com – Panggung mode Indonesia tidak henti memberikan alternatif busana yang kekinian namun tetap sarat akan nilai. Salah satunya terlihat dalam rangkaian acara anniversary ke-13 Lippo Mall Kemang Journey in Elysium.
Menghadirkan 40 desainer Indonesia, Journey in Elysium menyuguhkan fashion show yang mengangkat pesan keberagaman, kolaborasi, serta semangat berkarya dalam industri fashion lokal. Diungkapkan Dimas Kusuma, Mall Director Lippo Mall Kemang, perjalanan 13 tahun ini merupakan perjalanan untuk terus melakukan inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami bagian dari masyarakat sebagai ruang inspirasi yang merangkul keberagaman, mendukung kreativitas, serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung,” ujarnya dalam konferensi pers baru-baru ini.
Salah satu agenda utama adalah ‘Karya Setara’, yang merupakan kolaborasi antara siswa SLB Negeri 4 Jakarta dan desainer Anarita Shibori. Kolaborasi ini menyuguhkan 19 koleksi busana ecoprint – sebuah teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan.
Tak seperti fashion show pada umumnya, busana tersebut diperagakan model profesional dan model disabilitas, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap inklusivitas dalam industri mode. Melalui program ini, LMK memberikan ruang dan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik, sekaligus mendorong kepercayaan diri dan potensi mereka di bidang kreatif.
Para desainer bakal menampilkan karya-karyanya mulai 26 September hingga 5 Oktober 2025. Salah satu desainer yang berkesempatan untuk tampil pada Grand Ceremony perayaan anniversary ke-13 Lippo Mall Kemang adalah Nandio.
Desainer muda ini menampilkan 14 koleksi busana dengan tema Resurrection. Tema ini merepresentasikan semangat kebangkitan dunia fashion Indonesia untuk terus tumbuh, berkembang, dan memberikan inspirasi baru bagi para pecinta mode.
Nando menghadirkan koleksi, yang memadukan permainan kain dengan teknik draperi, lipit, serta formasi gelombang. Koleksinya ini diperkaya dengan detail reflektif, yang menciptakan kesan visual dramatis. Perpaduan antara bahan kaku dan material lembut menghasilkan harmoni desain yang artistik sekaligus penuh karakter.
Nandio mengungkapkan, tema Resurrection terinspirasi dari fenomena alam yang dituangkan dalam kilau kain, menghadirkan nuansa dramatis yang segar di atas panggung. Setiap rancangan dirancang untuk menjadi simbol kebangkitan, sekaligus dorongan untuk membawa fashion Indonesia ke arah yang lebih progresif.
“Melalui tema Resurrection, kami ingin menghadirkan sebuah perayaan fashion yang tidak hanya memamerkan karya busana, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kebangkitan dan transformasi. Koleksi ini kami hadirkan dengan ciri khas yang lebih modern, unik, dan penuh kemewahan,” ujar Nandio.
Selain fashion show, LMK juga menghadirkan hiburan musik di Avenue of the Stars, dengan penampilan spesial dari Adikara dan Danilla pada 27 September 2025. Rangkaian acara ditutup dengan Octobeer Night pada 4 Oktober 2025, yang menghadirkan deretan DJ untuk menghidupkan suasana malam di LMK.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
