
Koleksi desainer Nina Nugroho di MUFFEST 2021.
JawaPos.com - Menyambut bulan suci Ramadan, muslimah tentu mulai mempersiapkan diri dengan penampilan yang unik dan menarik. Meski masih pandemi, tak menghalangi untuk tetap tampil gaya. Warna broken white bisa me jadi pilihan untuk menyambut bulan yang suci, seperti rekomendasi desainer Nina Nugroho.
Dalam ajang Muslim Fashion Festival (MUFFEST) desainer Nina Nugroho mengambil tema 'Recovering Industry with Slow Fashion 'ANEMOIA’ dengan mengusung konsep modest fashion for professional yang bernuansa klasik modern. Yaitu memadukan gaya desain klasik yang timeless dengan pemilihan warna yang tegas yang tak lekang waktu dan gaya modern yang up to date dan mengikuti kebutuhan dan tuntutan mobilitas dunia modern.
"Makna temanya berarti nostalgia for a time you’ve never known. Kita rindu berada di masa dimana semua orang berbusana bagus. Kerinduan yang dirasakan tersebut diapresiasikan dengan desain, tetapi juga disajikan dengan konsep realitas masa kini yang sustainable dan ethical," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/3).
Baca Juga: MUFFEST Jadi Simbol Pulihnya Semangat Desainer dari Pandemi
Nina mengambil desain melalui desain busana 2in1 yang disajikan dengan tampilan klasik elegan yang timeless. Tema ini diambil berangkat dari keprihatinan yang dalam akan limbah industri fashion yang selama ini mengancam lingkungan hidup.
Begitu juga dengan Nina Nugroho yang mulai menerapkan konsep Sustainable Fashion sejak awal 2019 lalu. Nina Nugroho juga konsisten mengeluarkan produk 2in1 shirt ini dalam setiap launching produk bulanannya. Untuk koleksi kali ini, yang terdiri dari 2in1 dan 3in1 shirt, midi, pipe pants dan skirt, Nina Nugroho menggunakan bahan Swallon Japan.
"Sejenis satine dari Jepang berwarna broken white," katanya.
Mengapa Broken White?
Menurut Nina, pemilihan warna broken white ini sejalan dengan napas umat Islam yang sedang mempersiapkan diri menyambut Ramadan 1442 H yang tinggal beberapa hari lagi. Koleksi kali ini diperkaya detil dari bahan Duches berwarna hitam.
Birdcage dan sarung tangan satin dari masa Charleston di tahun 1920 menjadikan koleksi kali ini tampil klasik dan elegan. Sementara detil aksesoris berupa Swarovski untuk kancing dan taburan di busana serta renda hitam menumbuhkan kesan mewah dari busana ini.
Selain tersinspirasi dari keprihatinan yang dalam terkait limbah industri fashion yang merupakan ancaman serius bagi lingkungan. Koleksi kali ini juga muncul dari dorongan untuk menciptakan inovasi sebagai bagian dari solusi kepada masyarakat terkait busana kerja.
‘’Harapannya, semoga masyarakat Indonesia dapat teredukasi melalui informasi tentang sustainable fashion yang diberikan melalui peragaan busana di MUFFEST 2021,’’ tutur Nina.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/YYuWw6Mf2us

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
