
Diskusi bersama TBF Fashion Talk di Senayan City, Minggu (16/10)/dok panitia
JawaPos.com - Kemajuan dalam dunia digital memberikan kontribusi besar-besaran pada dunia mode dan bisnis secara global. Akan tetapi pelaku bisnis fashion tetap harus waspada jika tak meraih keuntungan di tahun ketiga.
Pandemi mendorong perubahan gaya hidup offline ke online serta profil customer atau pembeli yang juga berubah cara belanja. Pembeli dinilai memilih barang berdasarkan skala prioritas semenjak pandemi.
"Maka tahun pertama itu ibaratnya jangan berharap profit. Itu adalah tahunnya untuk tumbuh. Marketing dan segala kebutuhan banyak keluar di tahun pertama," jelas Founder & CEO The Bespoke Fashion Consultant Melinda Babyanna saat acara TBF Fashion Talk di Senayan City, Minggu (16/10).
Sementara di tahun kedua, kata dia, bisnis fashion sudan harus meraih titik balik modal atau break event point. Maka di tahun ketiga bisnis fashion sudah harus meraup untung.
"Jika di tahun ketiga tak ada keuntungan, maka harus hati-hati. Mau menyuntik dana terus juga harus evaluasi gila-gilaan sih itu," jelasnya.
Catatan dari Bank Indonesia menyebutkan jumlah transaksi e-commerce per September 2020 mencapai Rp 180,74 triliun namun penjualan online hanya mewakili 18 persen ritel secara global. Tapi di tahun 2021 transaksi ecommerce melonjak hingga Rp 401 triliun, dan di tahun ini naik menjadi Rp 526 triliun. Sebuah pertumbuhan yang signifikan dan menjadi opportunity untuk para pebisnis dalam mengembangkan lagi strategi yang efektif dalam platform digital.
Bagaimana bisnis fashion lokal bisa bertahan? Melinda menilai peran dan supporting system secara integrated sangat dibutuhkan apalagi dalam menghadapi sirkular ekonomi digital. Yang akan juga menjadi tren ke depan adalah penggunaan aplikasi digital dalam ranah online yang dimiliki oleh brand.
"Improvisasi di online store harus terus dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan 3D design dalam tampilan katalog yang ada di website brand Anda. Hal ini memudahkan para customer atau calon pembeli untuk memahami item koleksi yang ingin dibeli secara detail dan memberikan experience digital yang baru," kata Melinda.
Menurutnya pengaruh digitalisasi terhadap industri mode tidak hanya terlihat dari lonjakan jumlah fashion brand sebagai pemain pasar baru tetapi juga daya popularitas dan seleksi alam label mode yang telah ada. Banyak fashion brand baru yang menuai sukses besar dalam waktu yang singkat, atau pemain lama yang dahulu terlihat biasa kini menjadi hebat. Sebaliknya, ada pula label mode baru dan lama yang terus menurun atau bahkan tutup karena kalah dalam persaingan.
“Jika ditilik secara saksama, desainer mode atau fashion brand yang unggul di masa kini adalah mereka yang dapat melebarkan sayap kreativitasnya pada media digital,” tuturnya.
Kegiatan ini juga dihadiri desainer Carendelano atau fashion stylist dalam Abracadabra yakni sebuah perhelatan label Faboo. Caren menampilkan nuansa serba pink serta pameran digital fashion yang menandai bangkitnya bisnis fashion.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
